oleh

Oknum Kades Sukowarno Habiskan Uang BLT Covid-19 untuk Judi dan Main Perempuan

LINGGAUPOS.CO.ID – Lima saksi kembali dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lubuklinggau melalui sidang secara telekonferensi perkara dugaan korupsi Dana Desa bantuan Covid-19 oleh oknum Kades Sukowarno, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas bernama Aksari (43), pada 2020 senilai Rp187,2 juta.

Adapun saksi yang dihadirkan dalam persidangan Senin (15/3/2021), diantaranya yakni M Setiawan yang merupakan camat Sukakarya periode 2017-2020 dihadirkan secara virtual di hadapan majelis hakim Tipikor PN Palembang diketuai Sahlan Effendi SH MH.

Dalam keterangannya, Setiawan mengatakan dana desa tersebut merupakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) khusus pandemi yang dicairkan tiga tahap pada bulan Juni hingga Agustus 2020.

Dirinya mengungkapkan, ada sebanyak 8 desa di Kecamatan Sukakarya, 7 Desa diantaranya dalam tiga tahap pencairan. Menurut laporan telah diberikan kepada warga desa.

“Namun, hanya desa Sukowarno yang pencairan dana pada bulan Juli dan Agustus tidak ada laporannya dari Kades yang bersangkutan,” ujar Setiawan.

Oleh karena itu, tambah Setiawan, dirinya langsung berkirim surat kepada perangkat desa guna menanyakan perihal tersebut. Kenapa dana tahap II dan tahap III tidak dibagikan kepada 156 warga desa.

“Info yang saya dengar dari Pak Agung selaku Kasi PMD desa Sukowarno, bahwa untuk pencairan tahap II dan tahap III ternyata digunakan oleh terdakwa untuk keperluan pribadi diduga main judi melalui online dan juga infonya main perempuan,” ungkapnya.

Keterangan tersebut dibenarkan langsung oleh Agung yang juga dihadirkan dalam persidangan virtual. Menurutnya hal itu merupakan pengakuan dari terdakwa langsung saat diminta laporan pertanggung jawaban pencairan oleh terdakwa.

“Saat ditanyakan langsung kepada terdakwa selaku Kades mengenai laporan pertanggung jawaban nyatanya yang terealisasi kepada warga hanya ditahap I dibulan Juni saja pak sementara tahap II dan III digunakan terdakwa untuk keperluan pribadi,” kata Agung.

Usai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim kembali akan menggelar sidang pada Senin (22/3/2021) dengan dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi ahli dari JPU Kejari Lubuklinggau. (*)

Sumber: sumeks.co

Rekomendasi Berita