oleh

Oknum Kades Biaro Divonis, Pengunjung Sidang Protes Hakim

-Hukum-1.780 dibaca

LINGGAUPOS.CO.ID – Sidang putusan kasus penggelapan dana Koperasi Unit Desa (KUD) Biaro Bangkit Bersatu dengan terdakwa, Syahrul Jauzi di Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Kamis (2/1/2020) berakhir ricuh. Terdakwa oknum Kepala Desa (Kades) Biaro Baru Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) itu divonis 4 bulan penjara karena terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan penggelapan uang anggota KUD Biaro Bangkit Bersatu Rp46 juta.

Sidang dipimpin Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lubuklinggau diketuai Yopi Wijaya, dengan Hakim Anggota Indra Lesmana dan Hendri Agustiar dengan Panitera Pengganti Hendri Agustiar. Vonis tersebut lebih ringan 3 bulan penjara dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lubuklinggau Nanda. Pada sidang sebelumnya JPU menuntut terdakwa dengan hukuman 7 bulan penjara.

Pantauan Linggau Pos, kronologis kericuhan terjadi setelah majelis hakim selesai membacakan putusan sekitar pukul 15.15 WIB. Salah seorang pengunjung sidang yang duduk di kursi langsung berjalan ke arah majelis hakim. Orang tersebut menunjuk hakim seraya berteriak tidak puas dengan vonis yang dibacakan. Kondisi ini membuat pengunjung sidang lainnya spontan berdiri berniat maju ke depan. Beruntung aparat kepolisian gabungan dari Polres Lubuklinggau dan Polsek Lubuklinggau Barat yang melakukan pengamanan berhasil menenangkan pengunjung sidang.

Terpisah hakim anggota Hendri Agustiar mengaku sangat menyayangkan adanya insiden kericuhan dilakukan pengunjung sidang kemarin. Sebab menurutnya vonis terhadap terdakwa hasil pertimbangan dari majelis hakim secara komprehensif. Sehingga diputuskan 4 bulan yang sebelumnya terdakwa dituntut 7 bulan penjara.

“Ini (vonis) merupakan hasil yang terbaik untuk semua, karena tidak hanya mempertimbangkan unsur terdakwa, masyarakat dan hukum yang berlaku. Itulah prinsip putusan, seluruh komprehensif sudah dipertimbangkan sesuai dengan fakta-fakta di persidangan,” ungkapnya.

Dengan adanya kejadian kemarin, pihak pengadilan sangat menyayangkan. Karena bukan terdakwa bersangkutan yang melakukan aksi kerusuhan, tapi pihak luar. Beruntung pihak kepolisian sigap dan cepat sehingga dapat diamankan.

Hendri menegaskan atas kejadian kemarin akan koordinasi dengan Ketua Pengadilan, tindakan apa saja yang akan diambil.

“Prosesnya kita serahkan ke aparat penegak hukum,” ucapnya.

Kuasa Hukum terdakwa Yuli Asmara didampingi Lala mengungkapkan sangat menghormati hasil dari keputusan pengadilan selaku pemegang kedaulatan hukum. Masalah adil dan tidak adilnya selaku penasihat hukum terdakwa dan terpidana merasa tidak puas. Karena fakta-fakta yang dihadirkan pihaknya dalam persidangan dikesampingkan semua oleh majelis hakim.

“Tapi apapun hasilnya, kami selaku insan hukum tetap hormati hasil putusan tersebut,” ucapnya.

Untuk diketahui kasus yang membawa Syahrul Jauzi ke balik jeruji besi, bermula dari laporan Husein, pada 27 Oktober 2018 ke Polres Musi Rawas. Terdakwa diduga menggelapkan dana hasil urunan petani plasma KUD Biaro Bangkit Bersatu Rp46 juta. Sedianya dana itu, untuk syukuran telah mendapatkan lahan plasma rencananya dibarengi kegiatan Isra Miraj pada 14 April 2018. Namun hal itu tidak terealisasi. (*)

Artikel ini sudah terbit di Harian Pagi Linggau Pos dengan judul “Sidang Vonis Oknum Kades Biaro Baru Ricuh”

Rekomendasi Berita