oleh

Oknum BPD Desa Tanjung Masih Ditahan

LINGGAU POS ONLINE, MUARA KELINGI – Ini kelanjutan dari dugaan penganiayaan dilakukan oknum anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Desa Tanjung, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas, Herman (36) bersama dengan Edi Darmadi (43).

Setelah diringkus polisi, Jumat (12/1) lalu, dua tersangka ini masih ditahan polisi. Kasus yang membelit Herman ini lantaran melakukan pengeroyokan terhadap Ahmad Jawawi (41), warga Desa Tanjung Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Bayu Dewantoro melalui Kapolsek Muara Kelingi, AKP Syafaruddin dikonfirmasi dua tersangka masih ditahan di sel Mapolsek, baik tersangka Herman maupun Edi Darmadi.

“Keduanya diringkus karena melakukan pengeroyokan terhadap korban, baik saksi maupun korban sudah memberikan keterangan informasi,” kata Syafarudin, Minggu (14/1).

Syafaruddin menjelaskan pastinya saat menjalankan tugas ataupun meringkus dan menetapkan seseorang sebagai tersangka tentunya berdasarkan laporan dari korban, serta saksi dan barang bukti.

“Kami meringkus keduanya sesuai laporan dari korban, Ahmad Jawawi ke Mapolsek karena diduga telah dikeroyok dua tersangka,” jelas AKP Syafarudin.

Secara terpisah, Camat Muara Kelingi, Firdaus membenarkan anggota BPD Desa Tanjung, Kecamatan Muara Kelingi ditahan oleh anggota Polsek Muara Kelingi. Atas dugaan keterlibatan kasus pengeroyokan.

“Hanya saja, saat ini belum bisa memberikan keputusan soal jabatan yang dipegang oleh Herman, sebab masih belum putus dari persidangan. Nantinya apabila sudah putus dari sidang dan dinyatakan salah maka baru bisa mengambil keputusan,” kata Firdaus.

Senada disampaikan, Inspektur Kabupaten Musi Rawas, Alexander Akbar menyatakan soal dugaan oknum anggota BPD Desa Tanjung ditahan polisi diduga melakukan pengeroyokan.

“Pastinya kalau memang benar, cukup diselesaikan oleh pihak kecamatan. Kecuali ada sangkut paut dengan keuangan pemerintahan, maka pihak kami akan turut serta melakukan tindakan,” tegasnya.(16)

Komentar

Rekomendasi Berita