oleh

Oknum ASN Gelapkan Pajak Kendaraan

Berdalih Bantu Danai Pilgub 2013

LINGGAU POS ONLINE, AIR KUTI – Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dispenda Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) diringkus anggota Polsek Lubuklinggau Timur. Mengapa?

Tersangka diduga melakukan penggelapan, sekaligus penipuan pembayaran pajak kendaraan. Tersangka kasus ini adalah Ganta Yudha (34) warga Jalan Depati Said, RT 02, Kelurahan Pelita Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Ia diringkus polisi di kantornya pukul 10.00 WIB, Jumat (10/11) lalu.

“Tersangka kami tangkap di kantornya UPTD Dispenda Palembang. Saat ditangkap ia tidak melakukan perlawanan,” kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Kapolsek Lubuklinggau Timur, AKP Hadi Sutrianto, Senin (13/11).

Pemborgolan terhadap Ganta Yudha, berawal dari informasi dari warga. Bahwa tersangka sedang berada di kantornya di Palembang. Anggota langsung berangkat ke Palembang dan melakukan pengejaran. Sekaligus penyelidikan kebenaran informasi itu.

“Anggota melakukan koordinasi dengan pihak UPTD Dispenda Sumsel, dan memang benar tersangka berada di kantor. Anggota pun langsung melakukan penyergapan terhadap tersangka tanpa melakukan perlawanan,” jelas Hadi Sutrianto.

Ia menjelaskan tersangka diamankan berdasarkan laporan polisi LP/B- 314/X/2017/SUMSEL/LLG/SEK LLG TIMUR Tanggal 19 Agustus 2017 dan LP/B– 330/XI/2017/SUMSEL/LLG/SEK LLG TIMUR, Tanggal 02 November 2017. Dua surat pajak kendaraan milik korban diduga digelapkan dan korban juga ditipu oleh tersangka.

Dua laporan tersebut dilakukan oleh Bambang Teguh Prasetyo (39) warga Jalan Kemuning, RT 06, Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Kemudian, Tarmizi (36) warga Jalan Kenanga II, RT 06, Kelurahan Senalang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Korban Bambang mengalami kerugian uang Rp 5,5 juta dan satu lembar BPKB, STNK asli mobil Suzuki Escudo Nopol. BG 1126 AT sedangkan dari korban Tarmizi mengalami kerugian uang sebesar Rp 4,5 juta dan satu lembar BPKB, STNK Asli mobil Toyota Avanza Nopol. BG 1732 RC.

“Akibat kejadian itu, kedua korban melaporkan kasus pengelapan sekaligus penipuan dialami ke Mapolsek Lubuklinggau Timur, berharap BPKB, STNK serta uangnya kembali didapatkannya,” ucap AKP Hadi Sutrianto.

AKP Hadi Sutrianto menambahkan untuk diketahui hasil barang bukti yang didapatkan dari dalam tas tersangka yakni sebanyak 36 STNK diamankan terdiri dari 29 STNK Lubuklinggau diantarannya mobil 18 STNK dan motor 11 STNK, 7 STNK Palembang terdiri dari mobil 4 STNK dan motor 3 STNK.

“Kemudian, 7 BPKB kendaraan diantaranya 2 BPKB motor dan 5 BPKB mobil. Namun tidak menutup kemungkinan masih ada korban lainnya, maka dari itu saat ini masih dilakukan penyidikan,” jelasnya lagi.

* Pengakuan Tersangka Ganta Yudha

Saat dimintai keterangan, Ganta Yudha mengakui perbuatannya. Dirinya melakukan hal itu bermula ada korban yang meminta tolong untuk dibayarkan pajak kendaraan karena dirinya berlantar belakang bekerja di pelayanan pajak kendaraan.

“Awalnya, bantu kawan-kawan ataupun korban untuk bayar pajak kendaraan. Namun uangnya terpakai untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk bantu mendukung salah satu kandidat Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2013 lalu. Akhirnya sampai sekarang melakukan hal itu,” kata Ganta Yudha, Senin (13/11).

Ganta Yudha menjelaskan, sebelum bekerja di pembayaran pajak di Palembang dirinya pernah bertugas di UPTD Samsat Kota Lubuklinggau dan pindah ke UPTD Samsat Kabupaten Muratara.

“Jadi ada STNK dan BPKB korban kendaraan di Kota Lubuklinggau dan Palembang,” jelas pria bertopi merah ini sambil menundukkan kepalanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bagi korban pemilik kendaraan motor dirinya meminta biaya pembayaran sekitar Rp 2 juta sedangkan untuk mobil berkisar Rp 10 juta.

“Maka dari itu, saat ini banyak STNK dan BPKB kendaraan motor dan mobil milik korban yang aku simpan,” ucapnya.

Salah satu korban, Safarudin (40) warga Jalan KBS, RT 05, Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II cukup bersyukur dengan tertangkapnya Ganta.

“Aku jugo jadi korban. Waktu itu ngurus bayar pajak mobil dump truk tahunan. Pas tahun 2016 aku bayar pertama Rp 5,5 juta, kemudian kedua tahun 2017 aku bayar Rp 7,8 juta. Tapi sampai sekarang dak ado kabar dibayarkenyo dak taunyo ditipu sekaligus digelapkenyo,” kata Safarudin.

Safarudin mengaku percaya dengan tersangka, karena status Ganta yang masih PNS, mempunyai jabatan sekaligus memang bekerja di UPTD pembayar pajak kendaraan maka dari itu percaya.

“Tetapi ternyata aku ditipunyo,” aku Safarudin dengan nada kesal.(16)

Komentar

Rekomendasi Berita