oleh

Oknum Anggota DPRD Lubuklinggau Dicari Polisi dalam Kasus Narkoba

LINGGAU POS ONLINE – Oknum Anggota DPRD Lubuklinggau inisial DE alias CT, diinformasikan dicari-cari Sat Narkoba Polres Lubuklinggau. Ia dicari, berdasarkan pengembangan terhadap dua orang tersangka kasus narkotika yang ditangkap polisi.

Informasi diterima Linggau Pos Online, pengembangan kasus tersebut yakni terhadap Gusti Yudi Sutira alias Gusti, Senin, 24 Juni 2019 sekitar pukul 00.30 WIB di Jalan Bromo RT.9 Kelurahan Karya Bhakti Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

Dari Gusti polisi mengamankan sabu-sabu seberat 5 gram yang menurut pengakuannya barang tersebut dibeli dari Tomi Firdaus. Kemudian polisi pun mengrebek rumah  Tomi Firdaus (24)  di Jalan Merbabu, Kelurahan Karya Bakti Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

Dari penggeledahan dan pemeriksaan diamankan barang bukti berupa uang Rp3,9 Juta, 12 buah plastik klip kosong, ponsel, 1 unit timbangan warna silver yang ditemukan dirumah kosong sebelah rumah tersangka.

Berdasarkan keterangan Tomi, polisi juga mengeledah gudang tenda milik DE, yang ditemukan dua paket sabu seberat 5,84 gram.

Menurut pengakuan Tomi, ia mendapatkan narkotika itu dari pamannya yakni DE, ia bertugas melakukan penjualan, dengan upah Rp200 ribu setiap transaksi. Ia sudah lima kali menjualkan barang haram tersebut. Tiga kali dengan Gusti dengan total 20 gram, kemudian dengan Novan (DPO) seberat 5 gram dan satu kali dengan Mang An (DPO) 10 gram.

Benarkah DE dicari polisi? Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono menjelaskan DE masih sebatas saksi, sehingga belum bisa dikatakan buron. “Diperiksa sebagai saksi saja belum,” kata Kapolres.

Terpisah Ketua DPRD Lubuklinggau, H Rodi Wijaya seperti dikutip dari linggaumetropolis.com, membenarkan bahwa pihaknya menerima surat panggilan untuk DE  sebagai saksi. Bahkan ia telah memerintahkan Setwan untuk menyampaikan surat tersebut kepada yang bersangkutan.

“Ngantor memang sudah jarang, tapi kalau hak (gaji dan tunjangan dewan, red) masih diberikan karena belum ada putusan hukum inkrah, selagi belum inkrah maka haknya masih,” kata Rodi.

Terpisah, Ketua Komisi II, Suhada menyampaikan bahwa tidak begitu paham dengan masalah yang dihadapi anggota Komisi II tersebut, dirinya hanya tahu sebatas saksi. “Agustus masih ikut DL (Dinas Luar), 3 September 2019 ikut juga di Jakarta,”jelas Politisi PKS ini.(*)

Laporan: Endang Kusmadi/Sulis

Rekomendasi Berita