oleh

Oknum Anggota DPRD Diduga Pukul Anggota Sat Lantas

-Lubuklinggau-527 dibaca

 

MUARA BELITI – Anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Drs H Idil Wahyudin Noer (53) dilaporkan Bripka Ahmad Syahyadi (31) anggota Satlantas Polres Musi Rawas (Mura) ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Mura.

Apa pasalnya? Diduga Legislator ini memukul Ahmad Syahyadi, warga Jalan Cendana Blok W Nomor 121 Perumnas Kelurahan Tanjung Aman, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, saat berlangsungnya rekonstruksi kasus anak bawah umur, Jumat (3/8) sekitar pukul 15.30 WIB di halaman belakang Mapolres Mura, Jalan Lintas Sumatera Tengah, Desa Muara Beliti Baru, Kecamatan Muara Beliti.

Korban Ahmad Syahyadi mengalami luka di bagian bibir bawah sebelah kanan, diduga akibat dipukul Idil Wahyudin Noer saat pelaksanaan rekonstruksi yang digelar aparat Satreskrim Polres Mura.

Peristiwa dialami korban Ahmad Syahyadi terjadi saat Polres Mura melakukan gelar rekonstruksi di halaman Polres Mura, Jalinsumteng Desa Muara Beliti Baru, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Mura. Saat rekonstruksi, korban Ahmad Syahyadi terlibat dalam rekonstruksi tersebut, namun tiba-tiba anggota dewan itu mendekatinya, dan langsung memukul hingga korban mengalami luka kecil di bagian bibir bawah sebelah kanan.

Setelah itu, korban merasa tidak senang apa yang dilakukan oknum dewan itu, ia melaporkan kejadian yang dialaminya ke SPKT Polres Mura. Info didapatkan, laporan korban Ahmad Syahyadi tertuang dalam laporan nomor STTLP/121/VIII/2018/SPKT tanggal 03 Agustus 2018.

Saat dihubungi Linggau Pos, Sabtu (4/8), Bripka Ahmad Syahyadi mengatakan, kasus ini akan tetap diteruskan ke jalur hukum. Karena, saat itu dalam tugas dan ikut terlibat dalam rekonstruksi tersebut. Sedangkan, oknum anggota DPRD Muratara itu hadir sebagai orang tua anaknya yang terlibat juga dalam rekonstruksi.

Dihubungi terpisah Idil Wahyudin Noer (53) menyatakan tidak mungkin memukul Syahyadi, karena saat ini dirinya sedang mengalami stroke. “Saya ini sedang sakit stroke, dak ado lokak (tak mungkin, red) pukul dio,” kata Idil dihubungi Linggau Pos via ponsel, Sabtu (4/8) sore.

Idil meneruskan hingga hari ini (kemarin, red), ia belum tahu jika Syahyadi melaporkan dirinya ke Polres Mura. “Saya belum tahu dilaporkan ke Polres Mura, kalau benar aku juga akan melaporkan dio ke Polres Mura juga,” ungkap Idil menyesalkan, kejadian dialami dirinya, karena saat itu sedang berlangsung rekonstruksi kejadian dialami anaknya berinisial FAS (16) diduga dianiaya oknum polisi lalu lintas Polres Mura berinisial, YY (25). (04/08)

Lengkapnya baca Linggau Pos Minggu 5 Agustus 2018

Rekomendasi Berita