oleh

Ojol Lubuklinggau Antar Pegawai Grapari Beli Sabu, Tertangkap di PUT

LINGGAUPOS.CO.ID – Dua orang warga Lubuklinggau ditangkap petugas Polsek Padang Ulak Tanding (PUT), Jumat (26/6/2020) sekitar pukul 11.30 WIB. Keduanya ditangkap di depan Mapolsek Padang Ulak Tanding Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.

Kedua tersangka adalah Eko Junaidi (24) pegawai Grapari Lubuklinggau yang berdomisili di RT.4 Kelurahan Sumber Agung Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Serta pengemudi ojek online (ojol) Helmi Agung Putra (25) warga Jalan Garuda Hitam RT.2 Kelurahan Pasar Pemiri Kecamatan Lubuklinggau Barat II.

Dari kedua tersangka diamankan satu paket sedang sabu seharga Rp4 juta. Sepeda motor Honda Vario Techno Warna Putih B 3335 UHY, helm warna hijau merek Grab, helm hitam merek Vog, ponsel Xiaomi dan ATM milik Eko.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Dheny Budhiono melalui Kapolsek PUT Iptu Apion Sori didampingi Kanit Reskrim Ipda Azhara menjelaskan awalnya didapatkan informasi ada yang membawa narkoba dari Desa Simpang Beliti Kecamatan Binduriang Kabupaten Rejang Lebong menuju Lubuklinggau.

Petugas kemudian melakukan pencegatan di depan Mapolsek PUT. Saat sepeda motor Honda Vario Tecno B 3335 UHY melintas langsung hadang petugas. “Saat kami geledah ditemukan sabu di kantor celana tersangka Eko,” jelasnya.

Kedua tersangka kemudian digelandang ke Polsek PUT. Dalam pemeriksaan Eko mengaku usai menerima gaji Rp2,5 juta, kemudian ditambah uang miliknya Rp1,5 juta sengaja membeli sabu.

Rencananya sabu akan kembali dijual di Lokalisasi Patok Besi Lubuklinggau, dengan harga Rp5 juta.

Sementara tersangka Helmi mengaku hanya mengantarkan Eko. Ia sengaja memastikan aplikasi ojek onlinenya setelah sampai di PUT. Karena tergiur upah yang besar.

“Keduanya juga mengaku saat membeli sabu, juga mengkonsumsi sabu sebelum pulang ke Lubuklinggau,” tambahnya sambil menjelaskan bandar tempat tersangka membeli dalam pengembangan. (*)

Rekomendasi Berita