oleh

Nyeri Perut saat Haid, Hindari Stres

Karakteristik Nyeri Perut Saat Haid:
1. Nyeri terjadi karena kontraksi rahim.
2. Nyeri bisa terjadi menjelang dan saat wanita haid.
3. Biasanya terjadi berhari-hari selama haid.
4. Ketika wanita sudah melahirkan anak pertama, biasanya nyeri haid tak akan terjadi lagi.
5. Nyeri perut bisa disertai dengan mual, bahkan sembelit.
6. Bisa diredakan dengan mandi air hangat dan menghindari kafein dari kopi maupun teh.

Sumber: Dihimpun Linggau Pos

LUBUKLINGGAU – Sering kali gejala menjelang atau saat menstruasi membuat perempuan tidak nyaman. Perubahan hormon saat menstruasi dapat membuat perempuan mengalami perubahan suasana hati dan nyeri pada tubuh.

Tak sedikit perempuan biasanya juga akan mengalami nyeri perut atau kram perut. Nyeri ini bisa terasa berat, bisa juga terasa ringan. Dalam istilah medis nyeri perut ini disebut dengan dismenore. Dismenore ada yang primer dan sekunder.

Dr Khoiriyah menjelaskan, dismenore primer adalah kram perut saat menstruasi yang biasa dijumpai. Sakit terjadi pada perut bagian bawah atau belakang. Kram yang terjadi bisa singkat atau berlangsung selama tiga hari. Nyeri ini akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia perempuan tersebut dan ketika Anda sudah melahirkan anak pertama.

Sedangkan dismenore sekunder adalah rasa nyeri yang disebabkan oleh masalah pada organ reproduksi perempuan. Pada dismenore sekunder, nyeri terjadi pada awal siklus menstruasi dan bertahan lebih lama.

Menurutnya, nyeri perut baik yang berat maupun yang ringan, dapat disertai dengan beberapa gejala seperti mual, muntah, pusing, perut kembung dan sembelit.

Menurutnya, nyeri haid berlebihan disebabkan oleh kontraksi rahim. Sebab rahim mengalami kondisi mengencang dan melemas sehingga darah luruh dari rahim. Lapisan rahim melepas zat kimia khusus yang disebut prostaglandin. Ketika zat kimia ini dilepas dari dinding rahim, kekuatan kontraksi pun bertambah.

Hal ini biasanya terjadi selama berhari-hari pada masa menstruasi. Kadar prostaglandin yang tinggi dapat menyebabkan nyeri perut dan kram yang parah. Nyeri saat menstruasi terkadang  tidak teridentifikasi.

Dr Khoiriyah menyarankan, untuk mengurangi nyeri perut berlebihan bisa dengan cara beristirahat yang cukup.

Ia juga menyarankan, agar pasien menghindari makanan yang mengandung kafein dan garam.

Sebab, ia menerangkan, kafein dapat berperan sebagai vasokonstriktor (dapat menyempitkan aliran darah yang memicu rasa sakit) dan sebagai vasodilator (dapat meningkatkan aliran darah).

Menurut pengalamannya selama ini, ketika mengalami nyeri haid, hal ternyaman untuk dilakukan adalah dengan mandi dengan air hangat sekaligus yoga.

“Pokoknya jangan stres!” saran dia. (lik/dts)

Berita Terkait : Redakan dengan Air Rendaman Biji Ketumbar

Rekomendasi Berita