oleh

‘Nutrisi’ Menulis itu Membaca

FLP MAN 1 Lubuklinggau Rilis Buku Kedua

Ketua FLP MAN 1 Rafli Mahendra memberikan kejutan bagi Kepala MAN 1 Model Lubuklinggau, Senin (8/10). Ia menyerahkan hadiah yang merupakan hasil karya siswa-siswi yang aktif dalam Forum Lingkar Pena (FLP) MAN 1.

Laporan Qori Musdhalifah, Kali Serayu

HAL yang mengejutkan ini berbentuk sebuah buku. Judulnya ‘Berkarya Hingga Berarti’. Buku kedua hasil karya FLP MAN 1 tersebut diberikan langsung oleh ketua FLP Rafli Mahendra yang didampingi pembina FLP periode 2017/2018, Hariani dan pembina FLP tahun 2018/2019, Nurbaiti.

‘Berkarya Hingga Berarti’ ini terdiri dari 16 cerpen dan 17 puisi, dan untuk saat ini buku ini hanya diperjualkan di lingkungan MAN 1 Model Lubuklinggau.

Tak hanya siswa siswinya, Hariani juga telah menerbitkan dua buku dalam beberapa tahun ini, buku pertama berjudul “Peluk Aku Tuhan” yang merupakan kumpulan puisi, sedangkan buku kedua ‘Setiap Masa Punya Cerita” yang merupakan kumpulan cerpen. Dan kedua buku ini sudah tersedia di toko buku seperti Gramedia maupun Melati.

Kepala MAN 1 Model Lubuklinggau Taslim melalui Waka Kesiswaan, Hj Annisah sangat apresiasi dengan pencapaian, ide dan karya siswa siswi ini.

“Saya sangat apresiasi dengan pencapaian FLP MAN 1 ini, dan program seperti ini bisa menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat menulis mereka. Apalagi sekarang sedang digalakkan tentang budaya literasi yang bukan hanya fokus membaca namun juga siswa harus dituntut untuk bisa mengekspresikan segala sesuatunya dengan cara menulis,” jelasnya.

Annisah juga mengatakan kemampuan menulis ini nantinya sangat penting untuk ditingkatkan, terutama bagi anak-anak yang akan melanjutkan kependidikan yang lebih tinggi, yang mana tentunya harus ditopang dengan kemampuan dan budaya literasi yang baik.

Sementara itu, Pembina FLP MAN 1 Lubuklinggau periode 2017/2018, Hariani mengungkapkan buku yang dirilis FLP MAN 1 berjudul ‘Berkarya Hingga Berarti’ karya Rafli Mahendar dkk ini merupakan buku kedua, sedangkan buku pertamanya dirilis tahun 2016 bertajuk ‘Berbakti Berkarya Berarti” karya Gads Asritams, Verdah Jesindag, Syakdiah Astria dkk.

“FLP MAN 1 ini dibentuk tahun 2012 yang dicetuskan oleh Kepala MAN 1 Taslim yang pada saat itu sebagai waka kesiswaan. Ia berinisiatif karena mengingat pelajar MAN 1 banyak meraih prestasi di bidang menulis pada saat kegiatan Linggau Pos menulis waktu itu,”cerita Hariani yang juga kepala Perpustakaan MAN 1 Model Lubuklinggau ini.

Sehingga, lanjut Hariani, pada tahun 2015 FLP mulai mencoba membuat buku dari hasil karya tulisan anggota pelajarnya, hanya saja gagal. Dan dicoba lagi pada tahun berikutnya, dan berhasil merilis buku pertama FLP berjudul “Berbakti Berkarya Berarti” tersebut.

“Disitulah awal mula kita mencoba menerbitkan buku ini. Dan menerbitkan sebuah buku adalah program kerja FLP setia tahun. Buku ini murni hasil karya anggota FLP yang terdiri dari cerpen dan puisi.

“Sebenarnya banyak hasil karya mereka, karena setiap minggunya anggota FLP diharuskan membuat satu karya, dan karya yang dibukukan ini adalah karya mereka yang terbaik,” terang Pembina FLP MAN 1 dari tahun 2012 ini.

Pada kesempatan ini, Hariani berharap anak-anak anggota FLP yang terdiri dari 25 anggota yang aktif ini dapat melanjutkan program FLP bersama pembina yang baru, Nurbaiti dengan menerbitkan buku ketiga yang lebih baik lagi di tahun ini.

“Dan saya harap anak-anak tetap rajin dan tekun membaca serta menulis. Sebab nutrisi menulis itu adalah membaca. Menulis tidak terpaku dengan jurusan, cukup dengan mempunyai niat dan kemauan yang tinggi untuk menulis, kita pasti bisa,” harapnya. (*)

Rekomendasi Berita