oleh

November Ada 17 Kasus DBD

MURATARA – Sepanjang November 2018, ada 17 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muratara menyebutkan kasus DBD tersebar di lima kecamatan.

Rinciannya, tiga kasus di Kecamatan Nibung, dua kasus di Rawas Ilir, enam kasus di Rawas Ulu, lima kasus di Karang Jaya dan Kecamatan Rupit satu kasus DBD.

“Usia yang terkena DBD kebanyakan masih muda, yakni 15 tahun ke bawah tercatat yang paling banyak mengalami gejala maupun mengidap DBD,” ungkap Fatahul Rachman, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Muratara, Rabu (5/12).

Dijelaskan Fatahul Rachman, untuk mengurangi angka penderita DBD, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan perkembangan jentik nyamuk. Yakni dengan melakukan kegiatan 3M, yaitu menguras menutup dan mengubur.

“Penting sekali untuk melakukan 3M agar nyamuk tidak berkembang,” ungkap Fatahul.

Selain itu, upaya menurunkan DBD juga dilakukan dengan menguatkan sistem surveylens DBD termasuk di dalamnya DBD elektronik. Menguatkan dan memaksimalkan penggerakan serta pemberdayaan masyarakat untuk PSN di lingkungan dan wilayah yang terjangkit.

“Agar lebih maksimal, penyuluhan langsung untuk mengoptimalkan PSN juga terus dilakukan di titik positif endemis yang terjangkit dan sudah menimbulkan penderita DBD,” tandasnya.

Dalam upaya memberantas DBD dinas kesehatan rutin melakukan intervensi pemberian larvasida maupun dengan fogging ke desa-desa yang terkena gejala DBD.

“Kami intervensi dengan memberikan larvasida dan fogging,” tambahnya.

Dinkes juga menyurati pihak Puskesmas, agar mengimbau masih tingginya kasus DBD dan dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi peningkatan kasus atau Kejadian Luar Biasa (KLB), seiring masuknya musim penghujan.

“Kami minta untuk waspada terhadap masuknya musim penghujan,” tandasnya.(cw3)

News Feed