oleh

No Gadget No Televisi

AIR KUTI – Setop membandingkan anak-anak kita dengan anak orang lain, dengan kakak maupun adiknya. Hal ini diungkapkan Direktur Bidang Akademik Pesantren Modern Ar Risalah, Ust Budi Satriadi, di Masjid An-Nahar Pesantren Modern Ar Risalah, Selasa (25/12).

Sebab, kata dia, setiap anak itu punya potensi. Tinggal bagaimana orang tua ‘meramunya’.

“Dan yang penting diingat, bagaimanapun anak-anak kita di masa depan, itulah cerminan kita di masa kini,” tutur alumni Al-Ahqaaf University, Yaman tersebut.

Ia mengingatkan, agar orang tua jangan sesekali bilang anak saya tidak bisa ini itu, anak saya nakal, anak saya bodoh dan sebagainya. Karena setiap anak itu dilahirkan dengan bakat yang berbeda-beda. Jika orang tua sadar akan itu, ia akan dengan telaten mengasahnya, dan menghantarkannya dengan doa serta ikhtiar agar masa depan anak lebih baik. Terlebih kaitannya dengan anak-anak yang sedang mulai sekolah seperti saat ini.

Penting bagi orang tua untuk yakin bahwa anak-anak bisa mandiri dan mereka bisa jauh lebih hebat.

“Kalau anak di dekat kita terus, biasanya cengeng. Maka ikhlaskan anak menuntut ilmu,” saran dia, kemarin.

Ia mengingatkan, bahwa putra-putri yang diamanahkan ke sekolah tidak sendirian. Namun anak-anak ini bersama teman-teman, dan dalam pengawasan para guru.

Ust Budi juga mengakui, dan tahu betul bapak dan ibu super sibuk. Namun, jangan sampai hilang waktu untuk anak. Hilangkan jurang antara anak dan ibu. Sesibuk apapun kita, harus ada waktu makan bersama anak.

“Karena makan bersama anak itulah, saat-saat membangun jiwa anak. Dan saran saya, waktu Magrib sampai Isya no gadget no televisi. Dampingi anak belajar, lalu usap kepalanya sambil berdoa,” saran Ust Budi. (lik)

 

Rekomendasi Berita