oleh

Nilai UN SMP Tertinggi Didominasi Swasta

Tak Ada Aksi Coret dan Konvoi

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Pengumuman Hasil Ujian Nasional (UN) jenjang SMP/MTs yang sempat tertunda sepekan, akhirnya diumumkan. Hari ini (25/5) sesuai edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) usai Salat Jumat sekitar pukul 14.00 WIB hasil resmi UN SMP/MTs diumumkan secara serentak se-Indonesia.

Untuk Provinsi Sumsel, peraih hasil nilai UN SMP/MTs tertinggi sudah dirilis oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Hasilnya siswa sekolah swasta di Palembang mendominasi 10 besar siswa peraih nilai tertinggi UN SMP/MTs tahun ajaran 2017-2018 baik Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maupun Ujian Nasional Pensil Kertas (UNKP).

“Pengumuman secara resmi akan dilakukan besok (hari ini, red). Untuk hasil capaian penilaian diserahkan ke sekolah sebab UN bukan lagi penentu kelulusan,“ ujar Kepala Disdik Sumsel Drs Widodo MPd, melalui Ketua UN Disdik Sumsel, H Bonny Syafrian, kemarin (24/5) di ruang kerjanya.

Lanjutnya, daftar peringkat SMP/MTs negeri dan swasta yang meraih nilai tertinggi di Sumsel pertama dicapai oleh SMP Ignatius Global School (IGS) Palembang dengan total nilai 343,29 dengan rincian bahasa Indonesia 87.63, bahasa Inggris 86.22, Matematika 89.81, IPA 79.63. sedangkan peringkat kedua, SMP Kristen IPEKA Palembang rata-rata 318.65 dengan rincian bahasa Indonesia 83.06. bahasa Inggris 86.22. Matematika 89.81. IPA 79.63. dan peringkat ketiga SMP Palembang Harapan total nilai 314.70 dengan rincian bahasa Indonesia 85.52, bahasa Inggris 84.48, Matematika 79.30, IPA 65.40.

“Khusus sekolah, peringkat satu hingga sepuluh didominasi oleh Palembang. Delapan berasal dari swasta dan dua dari negeri,” ucapnya lagi.

Sementara peraih nilai tertinggi siswa SMP/MTs negeri dan swasta di Sumsel, pertama Frederik Hanson (385,00) dari SMP IGS Palembang. Peringkat kedua Marcellino Rizky Saputra (383,00) dari SMP Xaverius 1 Palembang. Peringkat ketiga, Bernard Lesley Efendy (383,00) juga dari SMP IGS Palembang. (lengkap lihat grafis).

“Dari peringat satu, tiga, empat, lima, enam , juga, sembilan dan sepuluh semua dari SMP Ignatius Global School, sedangkan peringkat dua dan delapan dari SMP Xaverius 1 Palembang,” urainya.

Sebelum pengumuman, lanjut Bonny, pihaknya telah mengundang Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk melihat hasil capaian siswa. Namun, sesuai ketentuan dari Kemendikbud baru bisa diumumkan setelah itu.

“Peraih nilai tertinggi baik sekolah dan siswa kebanyakan dari sekolah dan siswa yang melaksanakan UNBK. Kejujuran bisa dipertanggungjawabkan dengan baik dibandingkan dengan melaksanakan UNKP,” sambungnya.

Kelulusan, lanjut Bonny, ditentukan sekolah, hasil UN hanya sebagai pemetaan namun tingkat integritas (kejujuran) diutamakan. Selain itu, untuk sekolah yang nilai integritasnya tertinggi, akan mendapatkan sebuah sertifikat khusus.

“Tidak hanya itu saja, pada lembar SKHU (Surat Keterangan Hasil Ujian) akan ada nilai integritasnya. Jadi siswa juga bisa mengetahuinya sendiri,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang, Drs H Herman Wijaya, MSi mengatakan, kondisi ini merupakan kejadian yang kesekian kalinya karena hasil nilai UN tertinggi masih didominasi SMP swasta.

“Nilai tertinggi memang didominasi swasta. SMP negeri hanya ada dua yakni SMPN 1 dan SMPN 9 Palembang,” ujar Herman, usai memimpin rapat pengumuman nilai UN tingkat SMP 2018 di SMPN 9 Palembang, kemarin.

Dia menghimbau, dari capaian tahun ke tahun, diharapkan ke depan negeri untuk bisa lebih meningkatkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah. Salah satunya dengan memberikan pelajaran tambahan ke siswa saat jam kosong.

“Kita juga imbau sekolah negeri untuk bisa memiliki kelas unggulan untuk bisa membuat siswa ikut berbagai lomba mulai sains, olahraga dan lain,” katanya lagi.

Khusus kurikulum tidak ada yang berbeda, pada dasarnya sama baik yang diterapkan di sekolah negeri maupun sekolah swasta. Namun cara mereka memberikan pengarahan dan pembelajaranlah yang membedakannya.

“Tahun lalu ada empat sekolah negeri yang masuk dalam 10 besar sedangkan tahun ini ada dua,” ungkapnya.

Selain hal tersebut, sambungnya pengumuman untuk dilakukan melalui online bagi sekolah yang telah memiliki website, sedangkan yang belum bisa dilakukan di sekolah dengan mengundang orang tua siswa-siswi dan itupun harus dilakukan minimal pukul 14.00 WIB.

“Ini guna menghindari aksi konvoi dan corat-coret. Bagi siswa yang melakukan aksi corat-coret akan dipanggil sekolah yang bersangkutan tentu ada sanksi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Kabupaten Musi Rawas Irwan Evendi didampingi Kabid Dikdas Hartoyo membenarkan nilai UNBK tertinggi didominasi swasta.

Untuk tiga besar rata-rata nilai UNBK tertinggi SMP/MTs Kabupaten Mura peringkat I dicapai SMP Xaverius Tugumulyo dengan total nilai 215,55, disusul SMPIT Al-Qudwah Mura total nilai 211,96 dan SMPN O Mangun Harjo dengan total nilai 197,35.

Hartoyo menambahkan, ada 67 SMP/MTs yang menggelar UN tahun ajaran 2017/2018 ini. Peserta yang mengikuti UN 23-26 April 2018, ada 5.590 siswa.

Sementara di Kota Lubuklinggau, nilai UNBK tiga siswa SMP Xaverius mampu mengungguli 4.475 peserta UNBK tahun ajaran 2017/2018 ini.

Untuk peringkat I diraih Tlitha Amanda Hartono dengan total nilai 359,50. Sementara Rendy Cholas Insagi menduduki posisi peringkat 2 dengan total nilai 347,50 disusul Justine Salim dengan raihan total nilai 347,00.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lubuklinggau, H Tamri melalui Kabid Dikdas DR Virry Grinitha didampingi Kasi Kurikulum Tarwan menerangkan, untuk rata-rata Nilai UNBK Tertinggi SMP/MTs Kota Lubuklinggau, peringkat I diraih SMPIT AN Nida Lubuklinggau total nilai 255,16, peringkat 2 SMP Xaverius Lubuklinggau total nilai 249,73, dan tertinggi ketiga diraih SMPN 1 Lubuklinggau dengan total nilai 206,86. (SE/02)

Rekomendasi Berita