oleh

Niat Hendak Jemput Anak Istri

MULYADI (48) berangkat bersama orang tuanya dan kakak iparnya, menuju ke Kota Palembang, pukul 17.00 WIB Minggu (31/12). Hal itu dijelaskan tetangga Mulyadi, NK (26) yang tinggal tepat di depan rumah korban Jalan Patimura, RT 09, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, kepada Linggau Pos, Selasa (2/1).

“Kemarin pukul 17.00 WIB sebelum ia berangkat saya disapanya di depan pagar pintu rumahnya, itu terakhir kali saya ketemu dengan dia,” ujar NK saat dibincangi Linggau Pos, kemarin petang.

NK sembari menunjukkan kediaman Mulyadi, yang berpagar hitam, bercat putih dan berlantai dua.

Kemarin, rumah Mulyadi tampak sepi. Dan tidak nampak ada aktivitas di dalamnya. Menurut NK, jenazah Mulyadi langsung dibawa ke Kabupaten Kepahiang, tempat keluarga besarnya.

“Mulyadi waktu hendak berangkat itu mengatakan, ia berangkat ke Kota Palembang karena ada keluarganya meninggal. Sementara anak tunggalnya Sandra (18) istrinya Wiwit menginap di Betung. Rencananya, setelah dari takziah di Palembang langsung menuju Betung, untuk menjemput istri dan anaknya dibawa ke Lubuklinggau,” jelas NK.

“Pada saat kejadian (Lakalantas,red) pada pukul 05.00 WIB subuh dini hari, istri Mulyadi menelepon kawannya warga sini, bahwa Mulyadi mengalami kecelakaan,” jelasnya

Menurut NK, Mulyadi ini pekerjaan sehari-harinya dikenal oleh warga setempat yaitu membuka bisnis koperasi, yang sudah berjalan lebih kurang sekitar 10 tahun. Ia tinggal di RT 09, Kelurahan Sukajadi ini lebih kurang sudah 15 tahun.

“Mulyadi ini, orangnya bermasyarakat, kalau lagi ada keramaian seperti pesta dan kematian ia selalu hadir, dan ia orangnya ramah. Dan orang tua Mulyadi ini, kalau di RT 09 ini sebagai ketua pengajian di masjid,”terangnya.

Mulyadi, memiliki satu orang anak perempuan semata wayang, bernama Sandra, dan istri Wiwit. Menurut keterangan, anaknya sudah sekolah kelas X di salah satu SMA Kota Lubuklinggau.(CW01)

Komentar

Rekomendasi Berita