oleh

Ngaku Mabuk, Sisca Sarangheo Bruut Minta Hukuman Ringan

-Hukum-1.326 dibaca

LINGGAUPOS.CO.ID – Sisca Sarangheo Bruut (30) yang memiliki nama asli Apriyanto alias Wahab, Kamis (2/4/2020) menjalani sidang. Sidang tetap menggunakan video teleconference, dimana posisi Sisca berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lubuklinggau.

Sidang kali ini agendanya mendengarkan pembelaan Sisca melalui kuasa hukumnya Ayub Zakaria dan Edwar Antoni.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Iman Santoso dengan hakim anggota didampingi Indra Lesmada dan Ferdinaldo, kuasa hukum Sisca, meminta agar vonis yang dijatuhkan nantinya lebih ringan.

Baca Juga

Sidang Video Conference, Sisca Sarangheo Bruut Dituntut Hukuman Seumur Hidup

Adapun pertimbangannya terdakwa saat  melakukan pembunuhan di dalam pengaruh minuman keras yang dicampur dengan obat alias mabuk.

“Bahwa psikologis terdakwa tidak stabil karena sangat gampang tersulut emosinya dan keterangan dari terdakwa sering berubah-beurbah dalam memberikan keterangan,”kata Ayub Zakaria.

Selain juga, pelaku ada tiga orang jadi kebenaran dalam perkara ini ambigu dan kabur. Karena hanya keterangan tunggal dari terdakwa sedangkan dua pelaku masih DPO. Jadi rantai kebenaran kronologisnya terputus.

“Psikologis terdakwa tidak stabil karena seharusnya ada rasa bersalah karena telah menghilangkan nyawa orang lain itu, untuk manusia normal,” ujarnya.

Tetapi dijelaskan Ayub,  hal tersebut tidak berlaku untuk terdakwa, jadi kesimpulannya ketidak stabilan pskologis terdakwa dijadikan pertimbangan juga.

Sementara mendengar pembelaan terdakwa tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nanda Hardika tetap pada tuntutan seumur hidup, dengan alasan Sisca melanggar pasal 340 KUHP, tentang pembunuhan berencana.

Usai mendengarkan pembelaan dan jawaban JPU, majelis hakim menunda sidang hingga Kamis (14/4/2020) dengan agenda pembacaan putusan.

Seperti diketahui, terdakwa Sisca terlibat melakukan tindak pembunuhan terhadap pemilik Salon Ipung bernama Muhammad Effendi alias Ipung pada Jumat 23 September 2019 lalu di Salon milik korban di Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur II.(*)

Rekomendasi Berita