oleh

Ngaku Enjoy Jalankan Pekerjaannya

Cerita Penjaga TMP Patria Bukit Sulap

Muhammad Yusuf (80) lebih kurang 23 tahun menjadi penjaga Taman Makam Pahlawan (TMP) Patria Bukit Sulap di Kota Lubuklinggau. Apa pengalaman yang didapatkannya?

Laporan Joko Pratama, Sidorejo

Muhammad Yusuf menuturkan dirinya asli warga Empat Lawang. Tapi saat ini ia sudah menetap di Lubuklinggau. Jadi statusnya menjadi warga ‘Sebiduk Semare’.

Lantaran dirinya ditunjuk menjadi penjaga TMP puluhan tahun lamanya. Padahal dirinya merupakan pensiunan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Empat Lawang.

“Sebenarnya, aku jadi penjaga makam pahlawan dibawa naungan Dinas Sosial Lubuklinggau dulunya bersama dengan istri, Amrina Rosa (62). Sejak tahun 1996 hingga sekarang jadi sekitar 23 tahun menjadi penjaga makam pahlawan,” kata Muhammad Yusuf, Kamis (7/12).

Yusuf sapaannya mengaku enjoy jalankan pekerjaannya. Ia tak banyak mengeluh. Soal jumlah pahlawan yang gugur dan dimakamkan di makam pahlawan ini berjumlah 130 makam yang terdiri dari TNI, Polri dan ada juga sipil yang dulunya anggota TNI dan Polri (Purnawirawan).

“Namun untuk jumlah berapa TNI dan Polri. Serta namanya saya sudah lupa,” jelas pria berusia 80 tahun ini.

Ia meneruskan selain itu di sini juga ada jenazah yang dimakamkan lantaran tidak diketahui identitasnya dari penjaga RSUD Dr Sobirin berjumlah lebih kurang 27 jenazah.

“Walaupun sebenarnya bisa dikatakan lokasi ini cukup terbatas,” ucap Yusuf.

Yusuf menambahkan selama tinggal di sini dan menjadi penjaga makam pahlawan, segala administrasi baik listrik maupun air dibayar oleh Pemkot Lubuklinggau.

“Gaji diambil per bulan di Kantor Dinas Sosial sekitar Rp 1.600.000,” ungkapnya dengan nada pelan.

Ia menambahkan, selama menjadi penjaga makam pahlawan banyak upacara ataupun kegiatan yang dilakukan. Seperti memperingati dilakukan upacara Hari Pahlawan.

“Serta tempat ini juga digunakan untuk acara lain. Seperti setiap tanggal 22 Desember dipakai untuk peringatan Hari Ibu,” tutupnya.(*)

Komentar

Rekomendasi Berita