oleh

Ngaku Anggota Pemuda Pancasila, Mendadak Fogging, Terus Minta Duit

LINGGAUPOS.CO.ID –Pengurus MPC Pemuda Pancasila Lubuklinggau dan anggota Komando Inti (Koti) mengamankan empat orang yang mengaku anggota Pemuda Pancasila melakukan fogging, kemudian meminta uang kepada pemilik tempat yang difogging.

Keempatnya diamankan setelah sempat melakukan aksinya di salah satu wisma di Kelurahan Tanah Periuk Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Sabtu (13/3/2021) sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat diamankan di Mako MPC Pemuda Pancasila Lubuklinggau, diketahui keempatnya berasal dari Provinsi Riau dan Sumatera Utara, yakni:

  1. Anang Chandra Irawan, warga Jalan Kampung Padang No. 02/02, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau
  2. Slamet, warga Jalan MH. Thaib No. 003/007, Kelurahan Sei Kijang, Kecamatan Bandar Sri Kijang, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau
  3. Ilham Saputra, warga Kota Pekanbaru Riau dan
  4. M Yogi Pratama, warga Kelurahan Galang Suka, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara

Kabid Bidang Ideologi, Politik dan Pemerintahan Pemuda Pancasila Kota Lubuklinggau, Ahlul Fajri kepada linggaupos.co.id menjelaskan awalnya ia mendapatkan laporan dari pengelola wisma di Tanah Periuk soal kegiatan fogging oleh keempat oknum ini.

“Pengelola wisma itu adalah pengurus MPC Pemuda Pancasila Lubuklinggau, dia konfirmasi ke saya mengenai adakah anggota yang melaksanakan fogging. Selain itu, mereka juga meminta uang setelah fogging,” jelas Ahlul, Minggu (14/3/2021).

Karena MPC Pemuda Pancasila Lubuklinggau tidak pernah memerintahkan agar menugaskan anggotanya melaksanakan fogging, ia pun mengirimkan anggota Koti untuk mengamankan keempat orang tersebut.

Setelah diamankan, diketahuilah bahwa Anang Chandra sudah melakukan kegiatan ini selama dua tahun lebih. Ketiga temannya adalah orang yang diajaknya, diantara mereka ada yang baru berapa hari dan ada yang sudah 3 bulan ikut.

“Mereka mengaku baru dua hari di Lubuklinggau, sebelumnya di Muratara. Juga tidak ngekost atau ngontrak rumah, tapi tidur di masjid-masjid,” tambah Ahlul.

Kemudian, mereka juga menjelaskan, tidak memaksa konsumen membayar. Mereka hanya menerima berapa saja, tidak memaksa.

Ditambahkan Ahlul pihaknya juga memeriksa surat-surat keempat orang ini, ternyata mereka memang mengantongi surat tugas. Namun aksi mereka sudah menyalahi surat tugas tersebut.

Surat tugas tersebut, No. 02/01/SAPMA PP – 1/1/2020 dan Surat Tugas No. 03/04/SAPMA PP/2020 an. Megawati selaku Ketua Relawan Fogging yang dikeluarkan oleh Ketua SAPMA Rokan Hulu dan Pengurus satuan wilayah SAPMA PP Riau.

Isi dari surat tersebut, untuk melaksanakan kegiatan Pembersihan Lingkungan untuk mencegah dan membasmi rantai nyamuk demam berdarah oleh SAPMA Pemuda Pancasila Riau, terkhusus diwilayah Daerah Propinsi Riau, yang ditetapkan di Pekanbaru tertanggal 03 November 2020 “.

“Tapi kami meragukan keaslian surat tersebut. Apalagi diketahui istri dari Anang Chandra Irawan adalah anggota SAPMA disana,” katanya.

Setelah sempat diamankan, ditambahkan Ahlul, Ketua MPC Pemuda Pancasila Lubuklinggau Chandra,  langsung menghubungi MPW Pemuda Pancasila Provinsi Riau, dan disepakati keempatnya dibebaskan .

“Tidak sampai kami serahkan ke Polisi.  Tadi malam langsung kami lepaskan, kami suruh pulang, namun alat-alat fogging dan barang bukti lainnya kami sita,” jelasnya.

Terakhir, Ahlul juga menegaskan dan mengimbau kepada warga Lubuklinggau, bahwa tidak ada Pemuda Pancasila Lubuklinggau memerintahkan anggotanya melaksanakan fogging kemudian meminta uang.(*)

Rekomendasi Berita