oleh

New Normal di Sekolah, Tidak Semua Pelajar Masuk Kelas

LINGGAUPOS.CO.ID– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Lubuklinggau, Jumat (29/5/2020) sudah melakukan rapat persiapan penerapan New Normal di sekolah. Rapat dipimpin Kepala Disdikbud Dr H Tamri, serta Sekretaris, Para Kabid dan Kepala SMP dan SD.

Dalam rapat tersebut, sekolah diminta untuk menyiapkan berbagai hal untuk penerapan protokol tersebut. “Sekolah harus menyiapkan Thermogun, tempat cuci tangan, handsanitizer dan lainnya. Untuk dana bisa menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” jelas Dr H Tamri.

Kemudian, karena siswa dibatasi perkelas hanya 20 orang, maka akan ada system shif. Yakni tidak semua pelajar masuk sekolah, sebagian akan belajar di rumah dengan mengerjakan tugas, dan bergantian belajar di kelas sesuai jadwal. “Tidak bisa menggunakan kelas pagi atau siang, karena gurunya tidak akan sanggup,” jelasnya.

Selanjutnya di sekolah juga diatur, waktu masuk dan keluar kelas tidak sama. Siswa juga diminta membawa makanan dan minuman sendiri. “Kantin sementara jangan buka dulu, agar tidak menimbulkan kerumunan,” tambahnya.

Begitu juga dengan pembagian rapot SD dan SMP yang akan dilaksanakan pada 20 Juni 2020, pembagiannya akan diatur sedemikian rupa, agar tidak ada kerumuman. Kemudian masuk kembali sekolah pada 13 Juli 2020

Namun sementara ini, diakui Tamrin pihaknya masih menunggu keputusan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk teknis lebih lanjut. “Jadi kami siapakan dulu, sambil menunggu informasi dari kementrian,” tegasnya.(*)

Rekomendasi Berita