oleh

Nasabah BNI Syariah Diimbau Tukarkan Kartu Debit

Gratis Hingga 31 Oktober

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – PT BNI Syariah tengah menggenjot migrasi kartu berteknologi magnetic strip ke kartu berbasis chip. Hal ini dilakukan sebagai wujud respons dari aturan Bank Indonesia (BI) yang mengharuskan 30 persen kartu debit yang beredar harus berteknologi chip pada akhir tahun 2018.

Hal ini diungkapkan Sub Branch Manager BNI Syariah SBO Lubuklinggau, Andi Darmawan kepada wartawati koran ini, di ruang kantornya, Selasa (2/10).

Ia menjelaskan, untuk di Lubuklinggau, program migrasi kartu berteknologi magnetic strip ke kartu berbasis chip sudah dilaksanakan sejak awal September lalu.

“Dan sudah satu bulan ini, kami terus promosikan para nasabah kita agar segera menukarkan kartu debit lamanya ke kartu debit baru yang berbasis chip, yang sasaran utamanya adalah pemegang kartu debit silver. Dan bagi nasabah baru sejak awal September, kami pastikan kartu debit yang kita berikan sudah yang terbaru dan berbasis chip,” jelasnya.

Dan khusus periode sampai dengan 31 Oktober 2018 ini, lanjut Andi, penukaran kartu Hasanah Debit Chip tidak dikenakan biaya/gratis di seluruh outlet cabang BNI Syariah.

“Jadi, nasabah yang melakukan penukaran kartu pada periode hingga 31 Oktober 2018 ini, tidak dikenakan biaya atau gratis. Untuk itu, saya harap para nasabah bisa memanfaatkan kesempatan ini, karena lewat 31 Oktober, bagi nasabah yang menukarkan kartu akan dikenakan biaya berkisar Rp 10 ribu,” ungkapnya.

Andi juga memaparkan kartu Hasanah Debit Chip ini memiliki keunggulan untuk keamanan bertransaksi di mesin ATM (Automated Teller Machine) dan EDC (Electronic Data Capture).

“Untuk memenuhi kebutuhan transaksi setelah 31 Oktober 2018, jenis kartu yang dapat dipergunakan untuk bertransaksi adalah jenis kartu Hasanah Debit Chip. Dengan Hasanah Debit Chip, anda dapat bertransaksi lebih aman, karena data Nasabah pada pemegang kartu Hasanah Debit Chip telah dikunci dengan tingkat otorisasi yang tinggi sehingga tidak mudah digandakan,” paparnya.

Andi juga memaparkan saat ini pihaknya telah menyediakan 200-300 kartu baru untuk program periode hingga 31 Oktober 2018, dan akan terus bertambah setiap periodenya.

“Dengan kartu baru ini, nasabah nantinya tidak perlu khawatir saat melakukan pembayaran dengan debit chip di outlet-outlet yang menggunakan mesin EDC, kartu debit chip ini tidak perlu digesek seperti biasa yang sangat rentan untuk pengopian informasi kartu. Kartu debit chip ini hanya di masukkan ke mesin EDC, sehingga lebih aman dalam penggandaan kartu,” tambahnya.

Untuk itu, Andi berharap demi kenyamanan nasabah dalam bertransaksi perbankan, maka 8.500 nasabah BNI Syariah diminta segera menukarkan kartu lama ke kartu baru yang berbasis chip ini.

“Syarat untuk penukaran kartu, pemegang kartu hanya perlu datang ke outlet BNI Syariah di manapun dengan membawa buku tabungan, kartu debit lama dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Dan penukaran kartu tidak ini bisa diwakilkan dengan orang lain, karena bersifat privacy,” ungkapnya. (rrf)

Rekomendasi Berita