oleh

Narkoba Rusak Sel Otak Remaja

Kepala BNN Kota Lubuklinggau, AKBP Edy Nugroho
“Sehingga ketika ada anggota keluarganya yang kecanduan narkoba, agar tidak takut melaporkan pada BNN, untuk segera mendapat fasilitas rehabilitasi…”

LINGGAU POS ONLINE, KAYU ARA – Saat ini, sasaran peredaran narkoba, sudah berpindah pola. Jika sebelumnya peredaran narkoba ditujukan pada orang dewasa atau kalangan pengusaha kaya, saat beralih pada generasi muda, khususnya para pelajar.

Tidak sedikit, kalangan pelajar yang seharusnya masa depannya masih panjang, diketahui sudah menjadi pecandu obat terlarang itu. Sehingga masa depannya menjadi suram, lantaran menjalani hari-harinya di penjara.

“Sasaran narkoba sekarang bukan lagi pada kalangan orang dewasa, tapi kalangan pelajar yang menjadi incaran. Karena itu, kami menggencarkan sosialisasi ke sekolah-sekolah,” kata Kepala BNN Kota Lubuklinggau, AKBP Edy Nugroho, beberapa waktu lalu.

Oleh sebab itu, pihaknya mengaku prihatin dengan makin maraknya peredaran narkoba, khususnya di kalangan generasi muda. Karena pada saat ini yang menjadi target peredaran narkoba, sudah pada generasi muda. Incarannya bukan lagi untuk profit. Tapi untuk menghancurkan bangsa ini, melalui pemudanya.

BNN Kota Lubuklinggau terus melakukan sosialisasi, untuk mengubah pola pikir masyarakat. Sehingga ketika ada anggota keluarganya yang kecanduan narkoba, agar tidak takut melaporkan pada BNN, untuk segera mendapat fasilitas rehabilitasi. Agar bisa sembuh dari kecanduannya.

Karena, kata AKBP Edy, seorang yang kecanduan narkotika, yang mungkin tadinya cerdas, bisa melemah kualitas konsentrasinya. Bahkan dari penampilan kian tidak diperhatikan. Karena narkoba merusak sel-sel otak.

“Selama ini mindset masyarakat kan takut ditangkap kalau melaporkan ada pengguna narkoba di bawah umur. Padahal tidak seperti itu. Dalam Undang-Undang (UU) No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika khususnya pasal 128 ayat 2, kalau ada pecandu narkoba yang belum cukup umur dan dilaporkan oleh orang tuanya, maka yang bersangkutan ini justru akan bebas sanksi pidana. Dan nantinya akan direhab,” jelas AKBP Edy lagi.

Yang perlu diwaspadai, lanjutnya, Narkoba kini makin banyak variasinya. Di dunia, sebagaimana data yang dipaparkan BNN RI, ada 800 lebih bentuk dan jenis baru narkoba. Oleh karena itu, orang tua pun diharapkan bisa memberikan pengawasan lebih intens terhadap pergaulan putra-putrinya. (05)

Komentar

Rekomendasi Berita