oleh

NanSuko Kantongi Rekomendasi Empat Parpol

SEMENTARA pasangan bakal calon (Balon) Walikota dan Wakil Walikota, H SN Prana Putra Sohe dan H Sulaiman Kohar (NanSuko) sudah mendapatkan Surat Keputusan (SK) rekomendasi dari empat Partai Politik (Parpol).

Adapun Parpol dimaksud Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Lubuklinggau, Raden Syahlendra membenarkan bahwa rekomendasi dari PKB untuk H SN Prana Putra Sohe sebagai calon Walikota Lubuklinggau.

Mengenai wakil walikota, PKB menyerahkan sepenuhnya kepada kandidat walikota untuk menentukannya.

Rekomendasi No. 23911/DPP-03/VI/A.IX/2017 tersebut ditandatangani Ketua Umum PKB, H Muhaimin Iskandar dan Sekjen, H Abdul Kadir Karding.

Dengan telah keluarnya rekomendasi Raden Syahlendra mengajak kader PKB, simpatisan, ulama, nadhiyin dan masyarakat untuk berjuang bersama-sama untuk memenangkan Nanan dalam perhelatan Pilkada 2018.

“Sudah resmi, rekomendasi sudah keluar. Kami harus konsolidasi penuh seluruh kader, sipatisan, mengajak para ulama, nadiyin dan masyarakat untuk berjuang bersama-sama untuk memenangkan Nananan dalam perhelatan Pilkada 2018,” katanya kepada Linggau Pos melalui sambungan telpon tadi malam.

Anggota DPRD Kota Lubuklinggau mengaku masih berada di Jakarta menjamin tidak terjadi pro kontra di internal PKB atas keputusan tersebut karena penetapan kandidat yang didukung PKB ini sudah melalui tahapan mulai dari proses pendaftaran, fit and proper test dan melihat hasil survei.

“Seluruh kader diwajibkan mengamankan karena tahapan penjaringan ini melalui fit and proper test dan tahapan penjaringan dari DPC PKB Kota Lubuklinggau, DPW PKB Sumsel dan DPW yang mengusulkan ke DPP. Panjang prosesnya,” paparnya.

Disamping itu, dari desk Pilkada mengakomodir pendapat kader, masukkan tokoh masyarakat, ulama. Dan yang paling utama hasil survei.

Dari hasil survei berapa lembaga independen maupun survei internal PKB faktanya memang masyarakat masih sangat menginginkan Nanan untuk melanjutkan pembangunan yang sudah dimulai.

Masyarakat menginginkan pembangunan nyata baik itu infrastruktur dan kehidupan keagamaan maupun pelayanan publik, cukup memuaskan.

Walaupun ada kekurangan di sana-sini, itu masih wajar karena masyarakat juga tahu bahwa manuver yang dilakukan NanSuko sudah di atas rata-rata, dengan anggaran yang terbatas pembangunan terus berjalan untuk semua sekmen-sekmen pembangunan dan kehidupan masyarakat dapat terpenuhi baik itu pendidikan, kesehatan dan bermasyarakat.

“Itu semuanya berjalan yang paling utama Kota Lubuklinggau kondusif artinya kepemimpinan NanSuko mampu. Dan itu modal dasar. Jarang sekali antara kepala daerah dan wakil kepala daerah langgeng sampai akhir masa jabatan dan tetap berpasangan untuk periode kedua,” jelasnya.

Raden menegaskan dirinya mendukung kepemimpinan NanSuko dilanjutkan. Ini contoh yang baik semua kerjasama yang harmoni dan sinkron.

“Nanan merupakan tokoh dari kalangan muda dan Suko mewakili kaum tua yang bijaksana, mengayomi. Saya yakin masyarakat memberikan amanah kepada NanSuko untuk melanjutkan pembangunan periode 2018-2023,” tegasnya.

 

Dihubungi terpisah, Ketua DPD PBB Kota Lubuklinggau, Hendi Budiono mengatakan bahwa SK rekomendasi dari PBB No.SK.PP/075/Pilkada/2017 untuk NanSuko sudah lama ditandatangani oleh Ketua Umum Prof DR Yusril Ihza Mahendra, dan Sekjen Ir Afriansyah Noor tepatnya pada 25 November lalu.

“PBB sudah lama mengeluarkan rekomendasi untuk NanSuko sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota Lubuklinggau. Keputusan final PBB tidak berubah dari statement awal kami bahwa PBB mendukung NanSuko,” katanya.

Rekomendasi tersebut nanti akan diserahkan kepada kandidat.

“Langkah selanjutnya kita serahkan pada kandidat karena PBB tidak bisa mengusung sendiri harus koalisi dengan Parpol lain maka kita serahkan kepada kandidat untuk membuat koalisi Parpol,” tambahnya.

Menurut anggota DPRD Kota Lubuklinggau itu, untuk partai-partai pendukung NanSuko masih dalam proses.

“Parpol lain masih dalam proses. Setiap partai berbeda-beda prosesnya seperti PKB mengusulkan dua nama ke DPP, Golkar, PKS mengusulkan satu nama. Demikian juga Partai Gerindra. Komunikasi kandidat dengan Parpol masih berlangsung,” ucapnya. (08)

Komentar

Rekomendasi Berita