oleh

NanSuko Bukber Relawan

LINGGAU POS ONLINE, SUKAJADI – Berbagai macam cara dilakukan untuk mempererat tali silaturahim di bulan suci Ramadan. Sebagaimana yang dilakukan Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2, H SN Prana Putra Sohe-H Sulaiman Kohar (NanSuko), Kamis (24/5) mereka buka bersama relawan dan Partai Politik (Parpol) pengusungnya.

Buka bersama tersebut sudah dilakukan sejak hari pertama puasa, dan itu akan terus berlanjut sampai berakhirnya Ramadan 1439 H.

Menurut Ketua Tim Pemenangan NanSuko, H Eddy Syahputra kepada Linggau Pos mengatakan, intensitas kampanye di bulan Ramadan memang sedikit dikurangi, hal itu dilakukan agar khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa.

Namun, masing-masing tim relawan dan Parpol pengusung harus meningkatkan tali silaturahim antara sesama tim, baik relawan maupun Parpol dalam rangka pemenangan NanSuko.

Bahkan dalam ceramah agama yang disampaikan Ustadz Abdul Hakim, manusia harus berbuat apa yang bisa diperbuat. Apabila bisa berbuat dengan pikiran, maka bantulah dengan pikiran, bila mampu berbuat dengan harta maka bantulah dengan harta, dan bila hanya bisa berbuat dengan doa maka bantulah dengan doa.

Menurut pak ustadz, dari ratusan ribu masyarakat Kota Lubuklinggau hanya satu yang akan menjadi walikota, dan itu perjalanan yang sangat mulia. Maka, para relawan dan parpol pengusung NanSuko harus merapatkan barisan dalam rangka pemenangan, dan sekali berbuat harus diikuti dengan perbuatan selanjutnya, demi cita-cita besar bersama.

“Parpol pengusung dan relawan harus merapatkan barisan, dalam rangka menuju ridho Allah. Semoga, apa yang kita cita-citakan dapat tercapai, yakni NanSuko kembali terpilih menjadi Walikota,”jelasnya.

Ditambahkan Calon Walikota Lubuklinggau, H SN Prans Putra Sohe, selama bulan suci Ramadan, parpol pengusung dan relawan tidak boleh terlena, harus tetap waspada meningkatkan silaturahmi, dan tim kita akan terus bergerak.

Dilanjutkan Nanan, kemudian baik parpol pengusung maupun relawan, harus tetap waspada dengan adanya black campaign, kalau menemukan black campaign segera lapor ke posko induk. Tapi, dalam pelaporannya hendaknya dilengkapi dengan bukti foto maupun video, agar bisa dilaporkan ke pihak terkait, yakni Panwaslu Kota Lubuklinggau.

“Tapi, kita juga jangan melakukan black campaign, berpolitiklah dengan santun. Lawan kita bukannya sesama Paslon, kita semua saudara sebangsa dan setanah air,” katanya. (01)

Rekomendasi Berita