oleh

Nama Pengurus Parpol Dicatut Finance

“Kita sedang mencari pihak Suzuki mana yang diminta pertanggung jawabannya karena sudah dihubungi baik di Lubuklinggau, Palembang, bahkan kantor pusat, ada yang tidak aktif. Yang aktif malah tidak diangkat…”

Kepala BPSK Kota Lubuklinggau, H Nurussulhi Nawawi

LINGGAUPOS.CO.ID- Pengurus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kota Lubuklinggau, Endrik Prasetyo terkejut mengetahui namanya ‘dicatut’ oleh Suzuki Finance Indonesia. Hal ini diketahuinya, ketika warga RT 07 Kelurahan Taba Pingin itu akan mengajukan pinjaman ke salah satu bank, 24 Juni 2020.

“Saat mengurus usulan pinjaman, pihak bank memberitahu kalau saya tidak bisa melakukan pinjaman. Alasannya, hasil konfirmasi pada Layanan Sistem BI Cheking, beberapa tahun terakhir berganti menjadi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) pada Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tercatat namanya masih memiliki pinjaman kredit aktif pada Suzuki Finance Indonesia,” jelasnya.

Menurut Endrik, data SLIK OJK sesuai identitas dirinya kesesuaian alamat KTP. Pada akad kredit pinjaman pembiayaan pembelian kendaraan secara kredit (tidak diketahui apakah Kendaraan R2 ataukah R4) melalui Suzuki Finance Indonesia berdasarkan Data SLIK OJK, sudah berlangsung sejak 29 Februari 2012.

Endrik mengungkapkan di data SLIK OJK, status kreditnya aktif dan saat ini berubah menjadi kredit macet dengan sisa angsuran sebesar Rp12.530.172.

“Kami terkejut, makanya langsung lapor ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Belum lagi ternyata kantor finance-nya tidak ada di Kota Lubuklinggau. Maka, saya berharap BPSK segera menemukan alamat kantornya dan segera membersihkan data dan mengklarifikasi ke pihak bank,” harapnya.

Ia sampai saat ini tidak pernah merasa meminjam kredit ke Suzuki Finance. Bahkan belum pernah sekalipun ada debt collector menagih ke rumahnya.

Kalaupun ada yang menggunakan datanya, selama ini juga ia tidak pernah mendapat panggilan dari pihak finance.

“Dan selama ini tidak ada yang meminjam data saya secara formal. Tidak tahu kalau tanpa sepengetahuan saya. Mudah-mudahan BPSK secepatnya menyelesaikan hal ini,” ungkapnya.

Kepala BPSK Kota Lubuklinggau, H Nurussulhi Nawawi mengatakan sebelumnya sudah ada dua kasus sama persis yang dialami Endrik Prasetyo. Bahkan, ada empat perkara lain yang sudah lunas kreditnya tetapi namanya terdaftar di BI Checking sebagai pihak yang masih belum lunas.

Hal ini disebabkan karena namanya dengan konsumen lain yang belum lunas sama. Ini lebih fatal lagi karena konsumen yang sudah lunas terhambat dalam meminjam, sedangkan nama yang sama masih bisa meminjam atau kredit di bank lain.

Walaupun begitu semua perkara tersebut dapat diselesaikan oleh BPSK. Penyelesaiannya berawal dari meminta klarifikasi ke pihak perbankan mengenai permasalahan konsumen. Apakah ada unsur kesengajaan atau tidak.

“Kalau ada unsur kesengajaan misalnya ada perbuatan oknum leasing mengambil data orang lain kemudian menjadi peminjam pada pembiayaan kredit, ini jelas melanggar aturan. Apalagi tanpa seizin dan sepengetahuan nasabah seperti yang dialami Endrik. Jika itu permainan dari pihak lesing, ini bukan lagi masalah sengketa konsumen. Tapi ada unsur pidana tentang pemalsuan dokumen orang lain. Masalah pidana akan diproses di Polres,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nurussulhi mengatakan ada juga kemungkinan belum tentu itu perbuatan leasing. Pihak bank sudah benar mendata tapi di OJK ada kekeliruan dalam mendata.

Kalau itu terjadi, konsumen dapat mendatangi kantor OJK Palembang untuk meminta OJK memperbaiki kekeliruan atau kesalahan datanya.

Mengenai masalah Endrik, pihaknya sudah melakukan tracking alamat Suzuki Finance melalui Google. Ternyata di Lubuklinggau tidak ditemukan kantor Suzuki Finance. Dealer Suzuki tidak mengakui bahwa Suzuki Finance bagian dari perusahaan.

Karena bukan satu perusahaan baik sebagai induk maupun anak. Hanya namanya saja yang membawa nama Suzuki. Tidak ada hubungan ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) Suzuki.

“Kita sedang mencari pihak Suzuki mana yang diminta pertanggungjawabannya karena sudah dihubungi baik di Lubuklinggau, Palembang, bahkan kantor pusat, ada yang tidak aktif. Yang aktif malah tidak diangkat. Maka dari itu kita publikasikan siapa tahu ada masyarakat yang dapat infonya,” jelas dia.

Nurussulhi mengimbau kepada masyarakat agar hati-hati dengan identitas kependudukannya. Jangan menyerahkan KTP kepada pihak yang tidak amanah atau tidak dapat dipercaya. Penting juga, identitas diri jangan dibagikan di media sosial. Takutnya KTP akan disalahgunakan untuk hal-hal yang merugikan.

Jika menemukan perkara seperti itu, segera laporkan kepada LPKSM atau BPSK supaya ada langkah-langkah hukum untuk menyelesaikan perkara.

Jangan Asal Kasih Identitas

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Kota Lubuklinggau, Nopran Hendrawan mengatakan jika selama dirinya berkecimpung di leasing belum pernah ada kejadian seperti ini.

“Belum pernah ada kasus seperti ini. Tapi biasanya kalau kasus seperti ini itu kasus kartu kredit pernah sering terjadi. Coba dicek nian lagi ke leasing yang bersangkutan,” ungkapnya, Senin (29/6).

Atau mungkin, lanjutnya, bisa jadi si peminjam ini lupa pernah meminjamkan identitas diri ke orang lain.

“Intinya pesan saya, jangan asal kasih identitas diri ke orang lain. Apalagi maaf ini, terkadang ada orang yang mau meminjamkan nama untuk orang lain. Iya, bagus kalau orang tersebut lancar, kalau tidak, nama kita yang jelek. Jadi disarankan jangan asal pinjamkan identitas diri ke orang lain, walaupun kita percayai, karena orang bisa berubah karena ada kesempatan,” jelasnya.

Branch Manager SMS Finance Kota Lubuklinggau ini juga mengatakan nama yang sudah jelek diperbankan tidak bisa dibersihkan, jika tidak melakukan pelunasan.

“Jadi saran saya, ini harus ditelusuri secara detail di perusahaan finance tersebut. Tanyakan di perusahaan tersebut. Misalkan di sini tidak ada lagi, mungkin di kota besarnya ada. Kalau datanya ditelusuri, nantikan bisa ketahuan yang sebenarnya. Karena bisa jadi dia itu lupa atau ada yang pinjam identitas dia tanpa sepengetahuannya,” ungkapnya.(*)

 

Artikel ini sudah terbit di Harian Pagi Linggau Pos dengan judul”Nama Pengurus Parpol Dicatut Finance”

Rekomendasi Berita