oleh

Nakes di Empat Lawang Minta Perhatian, Gaji Hanya Rp200 Ribu Sebulan

LINGGAUPOS.CO.ID Nasib kesejahteraan nakes di Empat Lawang seperti bidan desa dan perawat, gaji nya di bawah rata -rata, yaitu hanya 200 ribu per bulan nya. Itu pun gaji yang di bayar kan untuk bidan PTT desa, perawat, maupun TKS bukan dari anggaran APBN maupun APBD, melainkan kebijakan dari pimpinan Puskesmas maupun RSUD.

Menurut salah seorang bidan desa di Empat Lawang, Liska mengatakan sangat sedih dengan situasi saat ini, dirinya menyampaikan perhatian pemerintah terhadap nakes honor di rasa sangat kurang.

“Sedih kami, para bidan desa, perawat, maupun TKS ada yang di gaji hanya 200 ribu per bulan, gaji yang sangat jauh dari harapan kami, sebagai gardan terdepan dalam keselamatan,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, kenapa yang menjadi perhatian pemerintah hanya tenaga guru maupun penyuluh pertanian. Sedangkan dirinya serta Nakes lain tidak di perjuangan kan.

“Kami juga ingin di perjuangan kan kesejahteraan nya, seperti saya menghandel di wilayah desa, tidak ada sama sekali status maupun kejelasan baik dari BKPSDM maupun dari dinas kesehatan, sedangkan saya sendiri sudah mengabdi hampir 10 tahun dan tidak ada gaji sama sekali, namun di tuntut untuk laporan pertanggung jawaban,” ungkapnya.

Namun demikian dirinya menyebut kan beberapa tahun lalu, pernah ada pembukaan ptt daerah, yaitu bidan pegawai tidak tetap, dengan sistem kontrak, dan di tempat kan di desa-desa, dengan besaran gaji sebesar Rp1,5 juta.

“Tapi sekarang sudah tidak ada lagi, kami tidak tau kenapa, yang jelas banyak yang mengundurkan diri sebagai bidan PTT desa, karena tidak sanggup, tidak ada gaji sama sekali, dan berinisiatif bekerja di RSUD maupun Puskesmas, dengan kebijakan gaji yang di bayar oleh kepala puskesmas maupun RSUD, ” terangnya.

Sementara hal senada diungkapkan salah satu bidan yang sudah berstatus PNS, namun tidak mau disebutkan namanya, menyampaikan rasa iba, kepada honor, perawat maupun TKS Puskesmas di Empat Lawang.

“Kalo kami tidak ada jabatan untuk menyampaikan seperti ini, hanya seorang bidang biasa yang mengeluhkan keluh kesah, akan nasib adik adik kami, yang sudah lama mengabdi menjadi bidan PTT, perawat maupun TKS di Empat Lawang, bayang kan saja gaji hanya Rp200 ribu, cukup di apa, hanya seragam putih bersih, namun tidak tau betapa sulit nya kesejahteraan mereka,” terangnya.

Berbagai keluh kesah pun di harapan kan sejumlah bidan dan perawat untuk pemerintah agar lebih memperhatikan para tenaga kesehatan sebagai gardan terdepan untuk keselamatan seluruh umat terlebih lagi di masa pandemi Covid-19.

“Kami sangat berharap perhatian lebih dari pemerintah, agar kira nya lebih memperjuangkan nasib kesejahteraan para tenaga kesehatan di Empat Lawang,” pungkasnya. (*)

Rekomendasi Berita