oleh

Nahdlatul Ulama Bangun Perekonomian Umat

Rois ‘Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. DR. KH. Ma’ruf Amin memimpin doa untuk keberkahan NU Mart Lubuklinggau. Salah satunya NU Mart SORBAN (AnsorBanser) Kamis, 21 Desember 2017 lalu.

Cukup Siapkan Tempat dan Komputer

PENGURUS Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Lubuklinggau bersungguh-sungguh untuk membangun ekonomi umat yang mandiri dan bermartabat. Jalan yang kini telah mendapat apresiasi dari Pengurus Besar NU (PBNU) juga Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe, yakni dengan berdirinya NU Mart.

Rois ‘Am PBNU, Prof. DR. KH. Ma’ruf Amin Kamis, 21 Desember 2017 lalu meresmikan sekaligus berdoa untuk keberkahan NU Mart Kota Lubuklinggau. KH Ma’ruf Amin sempat datang langsung ke NU Mart SORBAN (AnsorBanser) yang terletak di Jalan Depati Said, Kelurahan Keputraan, Kecamatan Lubuklinggau Barat II. Ia mengapresiasi gerakan PCNU Lubuklinggau, agar Nahdliyin memiliki semangat untuk berwirausaha, sehingga tingkat ekonomi naik, pendapatan meningkat, dan bisa saling menularkan semangat kemandirian ekonomi umat ini.

Saat ini telah beroperasi lima NU Mart di Kota Lubuklinggau. Dan akan terus bertambah setiap bulan seiring permintaan warga NU.

Lima NU Mart tersebut, terdapat di Pesantren Al Azhaar, Jalan Pelita, Kelurahan Pelita Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Kedua, di Depati Said (Depan Pengadilan Negeri Lubuklinggau), Kelurahan Keputraan, Kecamatan Lubuklinggau Barat II. Ketiga, di Jalan Patimura, Kelurahan Mesat Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Timur II. Keempat di Jalan Pelita, Kelurahan Wirakarya, Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

“Yang kelima sedang proses. Insya Allah bulan ini selesai prosesnya. Dan bisa segera operasional,” terang DR KH Ahmad Mansur.

Lalu bagaimana sebenarnya syarat untuk bisa mendirikan NU Mart?

DR KH Ahmad Mansur menjelaskan, setiap masyarakat berpeluang untuk mendirikan NU Mart. Caranya, menyediakan tempat minimal 4×6 meter. Dilengkapi dengan komputer, rak komputer, mini printer dan barkot scanner.

“Produk yang masuk ke NU Mart itu disuplai SM Group. Dengan harga yang lebih terjangkau. Sistem pemesanan barang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pemilik NU Mart. Misalkan mau pesan apa saja, silakan list-kan saja di komputer. Semua produk yang masuk dan keluar di-handel dalam komputer. Sehingga tidak ada istilah lost,” jelas DR KH Ahmad Mansur.

Ia juga memastikan, produk yang masuk ke NU Mart tidak harus dibayar dulu ke SM Group.

“Nanti ada mekanisme pembayarannya. Namun dipastikan tidak memberatkan pemilik NU Mart. Dan intinya kita bisa sedia barang banyak, tanpa harus mengeluarkan modal yang besar. Modalnya cukup perangkat komputer dan tempat usaha saja,” jelasnya.

Salah seorang pemilik NU Mart Sorban, Supiyono sudah menjajal untuk mengganti branding tokonya dengan NU Mart.

“Ke depan, rencananya warga kurang mampu yang mendapatkan Raskin, ngambil berasnya di sini. Jadi jelas ini yang sangat kami harapkan. Terlebih memang PCNU sudah kerja sama dengan Bulog dan SM Group. Jadi barang yang masuk ini lengkap. Tanpa capek-capek belanja. Tinggal pesan saja,” imbuh Supiyono yang sudah 12 tahun membuka warung manisan tersebut.

Dengan mengubah branding-nya jadi NU Mart, tampilan toko dibuat lebih rapi. Penataan produk juga lebih teratur, dengan konsep layaknya minimarket.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita