oleh

Musyawarah Bahas Pemindahan PKL

LINGGAU POS ONLINE – Dengan adanya persiapan akreditasi Program Studi (Prodi) Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Musi Rawas (Unmura), serta kenyamanan proses perkuliahan, Senin (1/7) dilakukan musyawarah membahas pemindahan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdagang di depan Fakultas Teknik. Tujuannya, agar PKL di sana segera memindahkan lapak dagangannya dari depan kampus ke tempat asal pedagang masing-masing.

Musyawarah berlangsung di kantor Fakultas Teknik Unumura pukul 10.30 WIB, di hadiri Dekan Fakultas Tekhnik Unmura Okma Yendri, ST MT, Bhabinkabtimnas Kecamatan Lubuklinggau Timur I Ariep P Astaman, Babinsa Kecamatan Lubuklinggau Timur I Iskandar, perwakilan PKL dan pihak keamanan parkir.

Dalam kesempatan itu Dekan Fakultas Teknik, Okma Yendri mengatakan seharusnya pemindahan PKL di depan Fakultas Teknik dilakukan kemarin, namun PKL masih saja berjualan di sana.

“Padahal Kamis (20/6), kita sudah memberikan surat imbauan mengenai rencana pemindahan PKL dengan tembusan Rektor Unmura, pihak Rumah Sakit Siti Aisyah, Bhabinkabtimnas dan Babinsa Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Untuk itu terpaksa, jika PKL masih saja nakal dan belum pindah, Kamis (4/7) mendatang akan dilakukan pembongkaran paksa oleh pihak Fakultas Teknik Unmura, dibantu pihak Babinsa dan Bhabinkambtimnas. Karena PKL tersebut sangat mengganggu keamanan, kebersihan dan kenyaman pihak mahasiswa-mahasiswi Fakultas Teknik Unmura,” ungkapnya.

Plt Wakil Direktur RSSA, Fd Firmansyah mengatakan kedepannya dalam pembongkaran secara paksa menimbulkan masalah maka pihak RSSA tidak mau bertanggung jawab, karena pihak rumah sakit hanya bersifat koordinasi karena pihak RSSA tidak pernah menarik biaya untuk PKL.

“Mereka dikelola pihak ke tiga, yang biasa disebut pihak keamanan di sana. Kita khawatir setelah dibongkar paksa PKL mau demo ke pihak Unmura karena bingung mau pindah ke mana, ya kami tidak tanggung jawab. Silakan pertanyakan langsung ke pihak Fakultas Teknik atau pihak ketiga yang mengatur mereka,” tegasnya.

Salah seorang PKL depan Fakultas Teknik, Amrullah mengungkapkan kalau kami akan terus memperjuangkan hak kami sebagai PKL. Kami masih ingin berjualan di sini, karena hanya di sini tempat kami mencari nafkah. Kami akan mau dipindahkan, kalau ada tempat baru yang bisa menjadi kami berjualan dan layak. Kalau tidak, kami tidak mau pindah. Di sini ada 15 PKL yang bergantung hidup mencari uang di sini,” ungkapnya. (adi)

Rekomendasi Berita