oleh

Musim Panas Untungkan Usaha Penggilingan Padi

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Musim panas atau musim kemarau menjadi berkah bagi pengusaha penggilingan padi. Seperti penggilingan padi di Desa Taba Remanik Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Karena sebelum digiling menjadi beras, padi harus dijemur terlebih dahulu sampai kering, agar tidak patah ketika masuk dalam penggilingan.

Seorang pengusaha penggilingan padi di Desa Taba Remanik, Aje (30) mengatakan baginya keadaan cuaca sangat berpengaruh dalam proses pengeringan gabah. Karena kalau musim penghujan proses pengeringan gabah bisa memakan waktu yang cukup lama.

Jika musim kemarau proses pengeringan hanya dua hari saja, tapi sebaliknya kalau cuaca musim hujan, maka bisa memakan waktu sampai tiga sampai empat hari bisa kering.

“Proses pengilangan padi dengan pembagian 1 kilogram untuk penggilingan 10 kilogram,” kata Aje kepada koran ini, Jumat (12/10).

Aje berharap, usahanya ini dapat berjalan dengan baik. Sehingga penghasilannya bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Tempat yang sama, seorang petani padi, Bus (35) mengatakan karena padi ini merupakan sumber makanan pokok. Tentunya harus didukung dengan sistem pertanian yang baik, agar dapat menekan masuknya beras impor.

Oleh karena itu, petani harus terus berusaha mengembangkan teknik pertanian yang efektif untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Proses pemanenan padi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara manual dan dapat juga menggunakan cara modern yaitu menggunakan mesin pemanen padi. Setelah proses pemanenan sudah selesai maka gabah ini akan memasuki proses penjemuran.

“Kendala terbesar dalam proses ini adalah masalah cuaca yang tidak menentu,” kata Bus.

Menurut Bus, proses pengeringan ini dilakukan bila padi atau gabah memiliki kadar air 13-14 persen. Di mana ini kadar ideal yang sesuai, bila padi akan disimpan atau digiling. (dlt)

Rekomendasi Berita