oleh

Musi Rawas Sayangkan Dugaan Paket Pemain Impor

LINGGAU POS ONLINE – Manager Tim Sepak Bola Mura, Panca Riatno menyayangkan ajang dua tahunan Porprov XII digelar di Prabumulih itu. Pasalnya alih-alih ajang mencari bakat talenta lokal (Sumsel)  namun ada tim yang diduga impor pemain dari luar Sumsel. Parahnya lagi pemain-pemain tersebut malah melakukan aksi layaknya bar-bar yang mengakibatkan salah satu pemain lokal luka parah bahkan sempat kritis tak sadarkan diri dan harus dirawat di rumah sakit.

Panca menceritakan memasuki injury time ketika akan dilakukan tendangan bebas untuk tim Mura saat keunggulan 1-0 untuk PALI terjadi keributan. Penjaga gawang Mura, Panggih yang maju untuk membantu penyerangan memanfaatkan peluang terakhir dalam pertandingan tersebut terlibat perkelahian. Entah siapa yang memulai, Panggih berlari ke arah luar lapangan dekat bench pemain pengganti PALI untuk mengamankan diri.

Namun naas Panggih malah jadi bulan-bulanan pemain PALI. Diantaranya pemain bernomor punggung 92 berambu gondrong bersama lebih enam pemain lain termasuk pemain pengganti dan lainnya. Panggih yang terjatuh langsung menerima hantaman pukulan dan tendangan serta pijakan sepatu bola hingga sempat tak sadarkan diri.

Tak berselang lama polisi datang mengamankan situasi dan baru kemudian Panggih bisa diamankan dan mendapatkan perawatan. Namun karena kondisinya tidak memungkinkan tak sadarkan diri Panggih langsung dibawa ke IGD RS Pertamina Prabumulih. Atas rekomendasi tim medis Panggih yang harus dibantu oksigen dan penyangga leher dirujuk ke RS Umum Prabumulih hingga dirawat intensif setelah melalui penanganan termasuk rotgent. Selain Panggih beberapa pemain Mura diantaranya Bimus juga mengalami luka di telinga kiri.

“Sungguh disayangkan dan bisa dibilang tragis. Sebab kami (Mura) sudah kalah, pemain kami harus dirawat di rumah sakit dengan kondisi yang mengkahwatirkan akibat diduga dikeroyok pemain lawan dan oknum lainnya,” terang Panca.

Kejadian tersebut menurut analisa Panca bisa jadi karena arus pemain impor dari luar Sumsel yang digunakan PALI. Sebab melalui salah satu Medsos yang juga sudah tersebar ada salah satu postingan menampilkan enam pemain yang mirip dengan beberapa pemain di Skuad PALI dengan captions Paket Hemat Anak Medan yang akhirnya dihapus setelah viral.

“Kalau sesama pemain asli Sumsel tidak akan sekejam ini. Mereka pasti respek karena pasti bertemu di kompetisi di Sumsel. Tapi nyatanya tanpa ampun dan belas kasihan mereka main hakim sendiri karena mereka sama sekali tidak pernah bertemu atau saling mengenal,” papar Panca.

Makanya atas kejadian tersebut pihaknya ingin memastikan apakah memang para pemain lawan adalah talenta asli Sumsel atau pemain imporan. Menurut Panca dirinya bersama Ketua Askab PSSI Mura H Rudi Irawan sempat meminta biodata pemain untuk melakukan kroscek dengan panitia. Sebab janji panitia akan ada cros cek pemain di setiap laga tidak pernah dijalankan.

“Tapi kenyataannya saat saya tanya ke Pak Kewoy dari Asprov PSSI Sumsel, beliau malah marah dan emosi menyebut saya tak berhak karena bukan manager tim padahal jelas saya manager tim. Dan setelah sadar saya manager tim baru beliau beralasan bahwa data pemain sudah dimasukkan di dalam kardus dan tidak bisa dibuka lagi. Ini kan menjadi tanda tanya, pertandingan atau kompetisi belum berakhir tapi berkas penting seperti halnya data pemain sudah disimpan dalam kardus dan tidak bisa dibuka,” papat Panca.

Makanya dirinya menyayangkan atas semua hal tersebut. Mengenai pertandingan final dirinya sama sekali tidak masalah. Semuanya mereka terima dengan suka cita. Sebab pencapain tim sepak bola Mura ke final Porprov sudah sangat luar biasa. “Pak Bupati Mura sendiri begitu bangga hingga hadir menyaksikan langsung pertandingan. Persembahan medali perak sudah begitu maksimal. Apresiasi kepada pemain Mura yang sudah berjuang dengan gigih,” pungkasnya. (*)

Sumber: Musirawas Ekspres

Rekomendasi Berita