oleh

Murid SD Lestarikan Musik Keroncong

LUBUKLINGGAU – Pada era serba modern keberadaan musik tradisional seperti musik keroncong kian tergeser. Lunturnya rasa cinta terhadap budaya daerah membuat musik legendaris itu kian kurang diminati.

Sebagai alternatif untuk mengembangkan dan menumbuhkan rasa cinta akan musik tersebut, SD Xaverius Lubuklinggau mengambil terobosan menerapkan musik keroncong sebagai salah satu ekstrakurikuler di sekolahnya.

Hal ini diungkapkan langsung Kepala SD Xaverius Lubuklinggau, Petrus Sugiarto. Ia menjelaskan ekstrakulikuler Musik Keroncong ini tercetus dari ide Kepala SD Xaverius sebelumnya Yohanes Sarjo, yang memang benar-benar menginginkan adanya ekstrakulikuler grup musik keroncong ini di SD Xaverius sebagai bentuk pelestarian budaya Indonesia.

“Selama ini kami hanya melihat talenta anak secara individu hanya pada talenta memainkan alat musik organ, dan ternyata banyak murid yang memiliki talenti di bidang musik lainnya, salah satunya pada musik keroncong. Untuk itu tahun ini, kita menambah ekstrakulikuler secara berkelompok yakni adalah musik keroncong, dan juga musik kulintang yang selama ini sudah ada tetapi sempat vakum dan dicoba dihidupkan kembali dengan langsung dibimbing oleh Bapak Yohanes Sarjo dan Ibu Antonia. Sedangkan yang musik keroncong kita dibantu dari pelatih dari luar, yakni Pak Surya,”jelasnya.

Dan ternyata ekstrakulikuler keroncong yang dibina sejak beberapa bulan yang lalu ini sudah menunjukkan prestasinya, pasalnya beberapa waktu lalu dalam rangka event Hari Pahlawan pada lomba Keroncong tingkat SMP, tim musik keroncong SD Xaverius dipercaya tampil sebagai bintang tamu pada acara tersebut.

“Dan dari sekarang kita juga tengah mempersiapkan untuk mengikuti Lomba Keroncong tingkat SD yang akan dilaksanakan pada peringatan Hari Kartini tahun ini,” katanya.
Pada kesempatan ini, Petrus juga mengajak anak-anak untuk selalu antusias dalam menggali dan mengasah kemampuan diri. Khsususnya kepada anak-anak grup musik keroncong SD Xaverius Lubuklinggau.

“Paling tidak keroncong sebagai musik Indonesia asli akan bisa terus dilestarikan di SD Xaverius Lubuklinggau, di tengah kondisi saat ini yang banyak anak-anak tidak tahu karena banyaknya jenis-jenis musik luar yang masuk. Dan bersyukur anak-anak kita sangat antusias mengikuti ekstrakulikuler ini, dan terbukti penampilan mereka bisa menghibur tamu undangan dan peserta pada event Xaverius Day beberapa waktu lalu,”ungkapnya. (rrf)

Rekomendasi Berita