oleh

Murid SD Diduga Diperkosa

Kejadian di Belakang PAUD

LINGGAU POS ONLINE, BTS ULU – Bunga (10) seorang murid SDN di Kecamatan BTS Ulu, jadi korban kejahatan seksual yang diduga dilakukan SO (19). Warga Ulu, Kabupaten Musi Rawas ini diduga melakukan aksi bejatnya dengan mengiming-imingi Bunga akan membayar terong.

Lebih miris lagi, kejadian di luar perikemanusiaan itu terjadi di belakang PAUD Desa Sungai Bunut, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas sekitar pukul 16.30 WIB, Selasa (24/4). Akibat perbuatannya itu, SO ditahan di Mapolsek BTS Ulu, Rabu (25/4) pukul 10.00 WIB.

“Memang ada kasus pencabulan sekaligus pemerkosaan, namun tersangkanya sudah diringkus tanpa melakukan perlawanan,” kata Kapolres Musi Rawas, AKBP Bayu Dewantoro melalui Kapolsek BTS Ulu, AKP Harun, Kamis (26/4).

AKP Harun menjelaskan, tersangka kami ringkus berdasarkan laporan Romo Rengen (30) paman korban. Laporan korban sesuai Nomor : LP B-06/lV/2018/Sumsel /Res Mura/Sek bts ulu, tgl 24 April 2018 bahwa keponakannya menjadi korban pencabulan sekaligus pemerkosaan yang dilakukan oleh SO.

Dari laporan itu, anggota melakukan penyelidikan dan pengintaian keberadaan tersangka. Setelah diketahui keberadaan tersangka bahwa sedang berada di belakang rumahnya di Desa Gunung Kembang anggota langsung meringkus tersangka tanpa melakukan perlawanan.

“Tersangka kami ringkus tanpa melakukan perlawanan, setelah diinterogasi tersangka mengakui perbuatannya telah mencabuli sekaligus memerkosa korban,” jelas Kapolsek.

Lebih lanjut, AKP Harun menjelaskan, kejadian itu bermula saat tersangka memanggil korban dan mengajak korban ke belakang PAUD dengan iming-imingan hendak membayar sayur. Karena korban biasanya menjual sayur ke masyarakat sekitar.

Lalu korban memenuhi panggilan tersangka, tanpa ada obrolan tersangka langsung membuka pakaian korban dan terjadilah pemerkosaan, namun yang lebih sadisnya sebelum memerkosa korban, tersangka sempat mencabuli tersangka dengan menggunakan jari kelingking kanannya.

Setelah melampiaskan nafsu birahinya, tersangka mengancam korban dengan mengeluarkan Senjata Tajam (Sajam) jenis pisau dari pinggang sebelah kanannya, agar korban tidak memberitahukan kejadian pemerkosaan kepada orang lain dengan imbalan uang senilai Rp 50 ribu pada malam harinya. Lalu tersangka menyuruh korban pulang ke rumahnya.

Akibat pemerkosaan itu, korban mengalami trauma dan merasakan sakit di kemaluannya.

Sang paman Romo melihat ada keganjilan dari sikap Bunga. Lalu Romo menanyakan itu pada Bunga. Dan Bunga menceritakan kalau sudah diperkosa oleh SO yang tak lain masih warga sedusun.

Geram dengan hal itu, Romo langsung melaporkan kejadian yang dialami ponakannya ke Mapolsek BTS Ulu agar tersangka bisa diringkus guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Tersangka melanggar pasal 81 ayat 1 jo 76 D Undang-Undang (UU) RI No.35 Thn 2014 perubahan atas UU RI No. 23 Thn 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun dan denda Rp 5 miliar,” tutupnya.(03)

Rekomendasi Berita