oleh

Muratara Kekurangan 263 Surat Suara

Ketua KPU Muratara, Agus Maryanto
“Akibat banyaknya surat suara yang rusak itu, KPU Muratara masih kekurangan 263 surat suara lagi…..”

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Muratara telah menyortir 147.172 surat suara untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (1/6). Hasilnya, 502 surat suara dinyatakan rusak.

Hal ini disampaikan Ketua KPU Kabupaten Muratara, Agus Maryanto kepada Linggau Pos, Selasa (5/6).

“Surat suara yang sampai ke kami sesuai dengan berita acara (BA) ada 74 kardus, berisi 147.172 lembar surat suara termasuk 2,5 persen cadangan, Senin (28/5). Hasil penyortiran 1 Juni 2018, ternyata 502 rusak,” terang Agus Maryanto.

Kerusakan yang dimaksud dalam banyak kategori. Ada yang tembus pandang, warnanya terlalu terang, kertas tidak sesuai ukuran (kesalahan pengguntingan) dan sobek.

Akibat banyaknya surat suara yang rusak itu, KPU Muratara masih kekurangan 263 surat suara lagi.

“Jadi surat suara yang rusak ini tidak kami musnahkan. Tapi kami kirim ke KPU Provinsi Sumsel. Nanti oleh KPU Provinsi Sumsel akan disampaikan ke perusahaan pembuat, untuk diganti,” jelasnya.

Agus belum bisa memastikan kapan kekurangan surat suara itu terpenuhi. Karena bagian pengadaan surat suara di KPU Sumsel.

“Yang pasti KPU Sumsel akan mengirimkannya ke Kabupaten Muratara sebelum Pilkada Serentak digelar 27 Juni 2018. Saat ini Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Muratara 143.389 jiwa,” imbuhnya.

Sementara Ketua KPU Provinsi Sumsel, H Aspahani menjelaskan, sampai saat ini KPU Sumsel sudah memusnahkan 3.000 surat suara yang rusak di pabrik percetakan di Bekasi. Mayoritas salah kali dicetak.

Saat ini, kata Aspahani, ia masih menunggu laporan hasil inventaris KPU kabupaten/kota se Sumsel, terkait surat suara Pilgub Sumsel yang diterima, apakah telah cukup atau belum, atau sudah ada yang rusak dari penyortiran dan pelipatan surat suara.

“Sementara untuk yang rusak dari laporan yang kami terima, baru dari KPU Muratara, sebab sudah ada bercak tinta yang kurang saat,” tandasnya.

Terkait masalah , pihaknya meminta untuk disisihkan dulu surat suara yang rusak, kelak sesudah semuanya sudah disortir yang keren dihitung, dan yang rusak hendak lekas dilaporkan lagi ke pihak percetakan untuk digunakan cetak ulang mengganti kekurangan yang sudah ada.

“Jadi surat suara yang rusak pun dikumpulkan, begitu pun surat suara yang berlebih,” jelas dia.

Selain, dengan jadwal penyortiran dan pelipatan diserahkan ke kabupaten/kota yang jadwalnya tidak sama, pihaknya berharap pada minggu pertama bulan Juni, telah sudah ada hasil dari inventaris penyortiran supaya lekas ditindaklanjuti.

“Yang jelas kami inginnya minggu pertama Juni ini telah dilaporkan hasilnya, supaya boleh memenuhi kekurangan yang sudah ada. Yang telah melapor secara lisan baru Muratara sudah ada kerusakan, jika daerah semisalnya belum sudah ada baik lisan maupun tertulis,” imbuhnya. (02)

Rekomendasi Berita