oleh

Mura Terentaskan dari Status Tertinggal

LINGGAU POS ONLINE – SETELAH 15 tahun menanti, akhirnya dibawah kepemimpinan H Hendra Gunawan dan Hj Suwarti, Kabupaten Musi Rawas (Mura) terlepas dari status daerah tertinggal.

Penanggalan status daerah tertinggal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI Nomor : 79 Tahun 2019 tentang Penetapan Kabupaten Daerah Tertinggal yang terentaskan tahun 2015-2019, tertanggal 31 Juli 2019 yang ditandatangani oleh Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo.

Bupati Mura, Hendra Gunawan bersama jemaah lainnya berdoa dalam salat dhuha sekaligus syukuran Musi Rawas terentaskan dari status daerah tertinggal di Masjid Darussalam Muara Beliti, beberapa hari lalu.

Atas prestasi ini, Bupati Mura H Hendra Gunawan mengucapkan syukur dan bangga atas penanggalan status daerah tertinggal oleh Kemendes PDTT. Dan ini prestasi rakyat Kabupaten Mura yang dengan sabar dan bersyukur dalam membangun daerah ini.

“Alhamdulillah, sejak 15 tahun bahkan puluhan tahun menyandang status daerah tertinggal, kini Kabupaten Mura bukan lagi menjadi salah satu daerah tertinggal. Hal ini diraih atas kekompakan dan kerja cerdas masyarakat serta Pemkab Mura dalam membangun daerah,” kata Hendra Gunawan.

Terlihat para jemaah sedang mendengarkan sambutan Bupati Mura, Hendra Gunawan dalam salat dhuha sekaligus syukuran di Masjid Darussalam Muara Beliti, beberapa hari lalu.

Tentunya dengan tetap sabar dan syukur serta dengan semangat AK5 (Ayo Kerja Kerja Kerja Kerja dan Kerja) hasilnya bisa dicapai dan rasakan.

“Daerah ini menyandang status daerah tertinggal sejak 2005, bersama 179 daerah tertinggal lainnya, sejak saat itu menjadi fokus atau daerah asuhan Kemendes PDTT yang baru dibentuk pada pemerintahan Presiden SBY-JK,” ucapnya.

Kemudian turun Peraturan Presiden (Perpres) No.131 Tahun 2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal 2015-2019 yang menyatakan Mura masih masuk daerah tertinggal bersama dengan 121 daerah lainnya.

“Jadi, berdasarkan Perpres No.131 itu daerah di Sumsel terentaskan diantaranya Kabupaten Empat Lawang, Lahat, OKI, OI, OKU Selatan dan Banyuasin,” ujarnya.

Dirinya mengajak jajarannya dan masyarakat Mura terus memperbaiki kelemahan dengan pembangunan secara masif di Kabupaten Mura, baik di bidang infrastruktur, Sumber Daya Manusia (SDM), pendidikan, kesehatan, perekonomian dan lainnya.

“Dengan ditanggalkannya status daerah tertinggal, daerah ini dapat sejajar dengan daerah lain yang berstatus berkembang dan maju. Sehingga memiliki daya saing daerah dan semakin menarik untuk dijadikan sebagai daerah investasi dan industrialisasi,” jelasnya.

Ditambahkan, dari perubahan status ini akan berdampak pada lapangan kerja semakin terbuka, sektor sekunder dan tersier (jasa) bisa lebih berkembang, pendapatan masyarakat semakin meningkat, ekonomi bergerak cepat. (dlt)

Rekomendasi Berita