oleh

Mura Tambah Dua SMP

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, bakal bertambah dua SMP lagi di Kabupaten Musi Rawas (Mura). Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Mura, Irwan Evendi melalui Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Hartoyo, Kamis (21/6).

“Rencananya tahun 2018 ini akan dibuka satu SMP negeri dan satu swasta. Tapi tim verifikasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) masih menunggu kelengkapan dokumen untuk kroscek ke lapangan,” jelas Hartoyo.

SMP tersebut, yang negeri yakni di SP 1 Desa Pelita Jaya, Kecamatan Muara Lakitan. Sementara SMP swastanya, lanjut dia, di Desa Marga Baru.

“Jadi untuk mendirikan dua sekolah ini, sedang dalam proses pemenuhan Standar Nasional Pendidikan. Terutama Standar isi, proses, pendidikan dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan pendidikan sampai penilaian pendidikan,” terang Hartoyo.

Ia menambahkan, ketika Standar Nasional Pendidikan terpenuhi maka berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu.

“Standar Nasional Pendidikan juga bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat,” imbuhnya.

Delapan standar nasional pendidikan itu, kata Hartoyo, salah satu syarat utama yang harus dipenuhi sebelum berdirinya sebuah sekolah.

“Harapannya tahun ajaran 2019/2020 sudah siap dan selesai divisitasi. Sehingga jumlah SMP di Musi Rawas bisa 69 lembaga. Saat ini baru 67 lembaga, 52 SMP negeri dan 15 SMP swasta,” imbuhnya.

Sementara itu, Pengamat Pendidikan Prof. DR Jalaluddin menerangkan, kualitas sekolah menjadi salah satu kunci kesuksesan di bidang pendidikan. Sebab itu, untuk mendirikan sekolah tidak bisa sembarangan. Harus harus dilakukan studi kelayakan dan persyaratan lainnya.

Aturan itu mengacu Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 36/2014 tentang Pedoman Pendirian, Perubahan, dan Penutupan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Ia menjelaskan, untuk pendirian sekolah baru, saat ini harus melalui studi kelayakan. Apakah sekolah di daerah itu layak didirikan atau tidak. Setelah itu mengajukan proposal permohonan izin pendirian sekolah dengan melampirkan hasil studi kelayakan tersebut.

Persyaratan lainnya adalah, melampirkan rencana pengembangan sekolah, biaya sekolah, dan modal dari yayasan untuk membiayai operasional pendidikan setidaknya untuk tiga tahun pertama beroperasi.  Dalam proposal tersebut juga harus ada daftar guru-guru yang akan mengajar di sekolah baru. (02)

Rekomendasi Berita