oleh

Mura Segera Hibahkan Bandara Silampari

MUSI RAWAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) siap menghibahkan aset Bandara Silampari ke Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI).

Hal itu disampaikan, Asisten II Pemkab Mura Syaiful A Ibna didampingi Kadishub Mura, Adi Winata dan Kabag Humas, Dicky Zulkarnain saat pers rilis di Pemkab Mura Komplek Agropolitan Centre Muara Beliti, Selasa (22/1).

Asisten II Pemkab Mura, Syaiful A Ibna menjelaskan berdasarkan sejarah Bandara Silampari merupakan bandara perintis pada 7 Mei 1994 lalu. Dan mulai dioperasikan serta diresmikan oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Ramli Hasan Basri (gubernur pada saat itu), dengan Menteri Perhubungan Haryanto Danutirto.

Dalam perjalanannya, Bandara Silampari mengalami pasang surut, di mana pada 2001-2004, operasionalnya sempat terhenti. Bandara Silampari mulai dioperasikan kembali pada tahun 2005 melalui subsidi Pemkab.

Namun, dibawah pengelolaan Pemkab Mura Bandara Silampari terus dikembangkan, baik dari sisi udara maupun sisi darat. Sedangkan, 2013 Pemkab Mura yang dari tahun 2005 mengelola Bandara Silampari, menyerahkan operasionalnya kepada Kemenhub RI.

Februari 2014 sampai dengan Februari 2018, Bandara Silampari berstatus Satuan Pelayanan yang menginduk pada Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu. Dan terakhir pada 14 Februari 2018, statusnya dinaikkan menjadi Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas III dan sampai sekarang.

Jadi sudah lama sekali merintis Bandara Silampari ini sejak Kabupaten Mura masih menjadi satu dengan Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Di mana kedua wilayah tersebut tadinya, merupakan satu kesatuan dengan Mura, sebelum mekar jadi daerah otonom sendiri. Dalam perkembangan pembangunannya, banyak pihak yang turut membantu Pemkab Mura dalam mengembangkan Bandara Silampari itu.

Seperti dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Sumsel, hingga daerah-daerah tetangga di Sumsel. Karena daerah tetangga di Sumsel, juga berkepentingan terhadap Bandara Silampari.

Bahkan bukan hanya daerah tetangga di Sumsel saja, beberapa daerah dari provinsi tetangga. Terutama yang berbatasan dengan Sumsel, yaitu Bengkulu dan Jambi, juga berkepentingan dengan Bandara Silampari itu.

Sedangkan, aset yang akan dihibahkan nantinya antara lain, lahan Bandara Silampari sekitar lebih kurang 80 hektare, bangunan terminal lama, konstruksi runway dan aset lainnya yang selama ini milik Pemkab Mura.

Selain aset tersebut, sebanyak sembilan pegawai Dinas Perhubungan Pemkab Mura yang selama ini dipekerjakan di Bandara Silampari juga akan dimutasikan menjadi pegawai Kemenhub.

“Bangunan Bandara Silampari itu sudah sejak lama, bahkan sejak periode Bupati Nang Ali Solichin yang telah merintis bendara itu untuk mempermudah akses angkutan orang dan barang,” kata Syaiful A Ibna.

Sebab, Kabupaten Mura ini, terang dia merupakan kabupaten paling barat di Sumsel, walaupun ibukota dekat dengan Bengkulu.

Tetapi, dia masuk dalam wilayah administratif wilayah Sumsel. Oleh karena itu, Bandara Silampari ini kehadirannya di Kabupaten Mura.

“Jadi sudah lama sekali bangunan bandara itu dirintis oleh Pemkab Mura,” ucapnya.

Namun, untuk pengembangan Bandara Silampari itu dibutuhkan dana yang sangat besar. Tentu saja tidak akan mampu jika menggunakan anggaran atau dana daerah. Oleh karena itu, operasionalnya diserahkan ke pemerintah pusat hingga berlangsung sampai saat ini.

Ditambahkannya, untuk persiapan hibah maupun serah terima aset itu nanti, secara formal akan dilaksanakan Bupati Mura H Hendra Gunawan dengan Kemenhub RI, Budi Karya Sumadi dan disaksikan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) dan dilanjutkan peresmian bandara.

“Kadishub kita sudah beberapa kali diundang ke Kemenhub RI untuk mempercepat proses penyelesaiannya perkembangan bandara untuk dihibahkan ke pemerintah pusat ini,” tuturnya.

Syaiful A Ibna berharap kedepannya harga tiket pesawat itu tidak terlalu mahal. Karena harga tiket saat ini sampai Rp800 ribu-Rp1 juta.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Mura, Adi Winata menambahkan, terkait dengan hibah aset Bandara Silampari dari Pemkab Mura ke Kemenhub RI sudah dipersiapkan sedemikian rupa. Secara administrasi, untuk penyerahan berita acara aset sudah di-kroscek tim Kemenhub RI.

“Administrasinya sudah kita persiapkan, baik untuk aset bergerak dan aset tidak bergerak. Jadi semuanya sudah siap ditandatangani oleh Bupati dan Kemenhub,” kata Adi Winata. (dlt)

Rekomendasi Berita