oleh

Mulut Dibekap, Tangan Diikat

Gadis Cilik Disekap di Rumah Kosong

TANGERANG – Aksi penculikan anak dibawah umur kembali terjadi. Seorang gadis cilik berinisial MN (12) menjadi korban penculikan seorang tidak dikenal di Kampung Ciberegbeg, Desa Bantarpanjang, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten Rabu (18/12) sekitar pukul 10.45 WIB. Beruntung aksi ini diketahui oleh Kades setempat dan si korban berhasil diselamatkan.

Dari informasi yang dihimpun Fajar Indonesia Network, peristiwa berawal ketika korban yang masih duduk di SD ini pulang sekolah. Hanya berjarak 50 meter dari rumahnya di Desa Jaha, Tigaraksa, korban dihampiri seorang pria dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio.Kondisi jalan yang sepi membuat pelaku langsung menyekap mulut korban dan memaksanya ikut.

Meski demikian, gadis cilik ini terus melawan dan mencoba berteriak saat bibirnya dibekap tangan pelaku. Di tengah kondisi itu, pelaku mengambil sandal dan memukul kepala korban. Korban yang sudah dirundung ketakutan, dipaksa duduk di depan sepeda motor.

Korban lalu di bawa ke rumah kosong di daerah Cibaregbeg, Desa Bantarpanjang,Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten. Sejam kemudian, korban ditinggal pergi. Peluang ini dimanfaatkan MN berteriak minta tolong. Ndilalah-nya, teriakan itu didengar oleh Usup (45) yang saat itu tengah membeli batu bata sekitar rumah penyekapan.

Pria yang menjabat sebagai Kepala Desa Maja, Lebak, Banten ini langsung mendobrak pintu rumah tersebut. Ia pun mencari sumber suara dan mendapati tubuh korban sudah dalam keadaan tersekap. Tangan diikat dan mulut dibekap. “Saya lihat korban sudah menangis, saya lalu minta tolong warga untuk mengamankan si gadis itu,” ujarnya kepada FIN.

Dari keterangan Usup, ia tidak melihat batang hidung tersangka di rumah tersebut. Kondisi rumah yang ditinggalkan pemiliknya sepi dan berantakan. “Tidak ada yang datang, hanya gadis itu menangis saja di kamar rumah itu,” terang Usup.

Kabar penculikan langsung merebak ke warga Bantarpanjang.Ratusan warga mengerumuni rumah kosong. Dua anggota TNI Serma Komarudin dan Sertu Suheri ikut mengamankan lokasi. Sesaat kemudian, sejumlah personel Polsek Tigaraksa datang ke lokasi membawa bapak dan ibu korban.

Sang ibu Niliakin tak kuasa menahan tangis saat memeluk anak gadisnya yang selamat dari penculikan. Saat kejadian, ia berada di rumah, sementara sang ayah Hendrik tengah bekerja di sawah. “Nggak tahu apa-apa siang itu, tiba-tiba anak saya sudah di culik,” ujarnya sembari menangis. Korban pun dibawa ke Polsek Tigaraksa, sejumlah guru dan pejabat desa datang untuk menanyakan kronologis kejadian.

Kapolsek Tigaraksa Kompol Dodid Prastowo mengatakan, hingga kini korban sudah dirujuk ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Tangerang untuk menjalani trauma healing. Pihaknya telah menyebar personel ke sekitar desa memburu keberadaan pelaku. “Sudah kita mintai keterangan, sosok si pelaku dan kendaaraanya. Sedang kita kejar, ruang lingkupnya tak jauh dari Tigaraksa,” tandasnya. (fin/tgr)

Rekomendasi Berita