oleh

MPLS Bukan Ajang Perpeloncoan

LUBUKLINGGAU – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Lubuklinggau, Dr H Tamri mengingatkan agar tidak ada perpeloncoan dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Ia menegaskan, Dinas pendidikan akan mengawasi hal tersebut.

“Memang selama ini sudah tidak ada perpeloncoan. Oleh karena itu kami ingatkan lagi, MPLS akan diadakan mulai 15 Juli 2019, jangan sampai ada hal-hal yang memberatkan peserta didik baru. Misal bawa minuman, makanan, atau buah yang mahal-mahal. Termasuk jangan minta siswa baru pakai aksesoris yang aneh-aneh. Pada saat MPLS siswa baru mengenakan seragam dan atribut resmi dari sekolah,” tegas H Tamri, Selasa (9/7).

H Tamri menegaskan, pihaknya telah menekankan kepada seluruh sekolah setiap tahunnya. Agar dalam pelaksanaan MPLS tidak melakukan hal-hal yang melanggar aturan. Patuhi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No.18 Tahun 2016 .

Sekolah juga dilarang melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa menimbulkan rasa malu terhadap siswa. Atau kegiatan fisik yang terlalu menguras tenaga siswa baru.

“Tidak boleh ada papan nama yang digantung di leher, karena itu bisa menurunkan rasa percaya diri anak tersebut. Kemudian, tidak boleh ada aktivitas fisik yang membuat siswa terlalu lelah,” tegasnya.

Dia menyarankan, selama MPLS, panitia bisa lebih banyak mengenalkan tentang sekolah kepada siswa baru. Sehingga usai kegiatan, peserta didik baru mengenal lingkungan sekolahnya.

Sementara Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas, Irwan Evendi menambahkan sesuai Permendikbud No.18 Tahun 2016, penyelenggara MPLS merupakan guru. Jadi sangat berbeda dengan MOS, siswa senior atau alumni menjadi penyelenggara. Tujuannya agar proses pengenalan lingkungan sekolah tidak berubah menjadi ajang bully atau perundungan.

Selain itu, imbuh Irwan, panitia MPLS dilarang untuk melakukan pungutan biaya ataupun bentuk pungutan lain yang sifatnya memaksa. (lik)

Rekomendasi Berita