oleh

Motor Perawat Rumah Sakit Digelapkan Keluarga

LINGGAU POS ONLINE, AIR KUTI – Jangan mudah percaya untuk meminjamkan sepeda motor kepada siapapun karena bisa menjadi korban penggelapan. Seperti yang dialami Dedi Oktariansyah (23). Warga Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, kehilagan sepeda motor Yamaha Vixion Nomor Polisi (Nopol) BG 6878 GV warna merah marun, setelah dipinjam oleh keluarganya bernama Jelmi alias Jel (21) warga Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, sekitar pukul 15.00 WIB, Sabtu (18/11).

Awalnya sepeda motor tersebut dipinjam. “Awalnya, aku kira dia cuma minjam sebentar lantaran ingin pulang sebentar ke rumahnya, tetapi sampai sekarang motor aku dak balek-balek,” kata Dedi Oktariansyah, Senin (27/11).

Dedi sapaannya menjelaskan, kejadian pengelapan motor yang ia alami. Bermula saat Jelmi alias Jel sengaja menginap di Rumah Sakit Siti Aisyah (RSSA) Lubuklinggau lantaran menjaga ibunya sakit diduga akibat penyakit TBC dan harus dirawat inap di rumah sakit.

“Dan kebetulan, aku begawe sebagai perawat di rumah sakit jadi ketemu dengan dia dan ibunya dirawat,” jelas Dedi.

Namun, sekitar pukul 15.00 WIB, Sabtu (18/11). Jel tiba-tiba meminjam motor kepadaku dengan alasan untuk pulang ke rumah. Lantaran sudah saling percaya dan masih bisa dikatakan ada hubungan keluarga selain itu ibunya juga masih dirawat di rumah sakit.

“Akhirnya percaya dan meminjamkan motor, tetapi setelah dipinjamkan hingga sekarang belum dikembalikan oleh Jel,” ucap perawat ini.

Lebih lanjut, Dedi menjelaskan sempat meminta keterangan dan pertanggung jawabkan dari keluarganya baik dari ibunya dan keluarganya. Tetapi keluarganya sudah pasrah dengan tindakan yang dilakukan oleh Jel begitu juga apabila diproses secara hukum.

Dedi menambahkan, setelah kejadian penggelapan langsung melaporkan yang dialami ke Mapolsek Lubuklinggau Timur sekitar pukul 09.30 WIB, Rabu (22/11) dengan harapan motor bisa kembali dan Jel bisa tangkap.

“Aku sudah melapor Kepolsek. Akibat kehilangan motor, kalau ditaksir aku rugi sekitar Rp 10 juta. Pastinya berharap motor aku dapat lagi,” tutup Dedi.(16)

Komentar

Rekomendasi Berita