oleh

Motif Duren Belah Juara I Festival 1001 Batik

Orisinalitas Batik Linggau Menarik Perhatian

Bersaing dengan 50-an peserta se-Nusantara, Batik Duren Belah khas Lubuklinggau tetap menarik perhatian. Setelah dikonsep oleh Designer Muda, Reni Afria (RA) batik karya Armada Mandala Simaphera itu meraih Juara I Festival 1001 Batik di Palembang Icon Sumatera Selatan (Sumsel).

Laporan Sulis, Lubuklinggau

BERKESEMPATAN bincang dengan Armada Mandala Simaphera atau Bang Mada Linggau menjadi sesuatu yang mengesankan, tadi malam.

Selain membicarakan kesibukannya yang makin padat, Mada juga berkenan membagi pencapaian baru soal Batik Linggau yang mulai diciptakannya 2015 lalu.

“Iya. Alhamdulillah, berkat sentuhan konsep RA Mode yang merupakan alumni Jurusan Tata Busana SMKN 2 Lubuklinggau dan Universitas Negeri Padang, Batik Linggau makin dikenal. Prestasi perdana, meraih Juara I Festival 1001 Batik di Palembang Icon Sumsel, Rabu (25/4).

Menurut Mada, kerja samanya dengan RA Mode tak disangka membuahkan hasil maksimal.

“Reni membuat gaun klasik. Ditampilkan oleh para model. Saya tak menyangka apresiasinya sebesar ini,” jelasnya.
Mada membenarkan, sebelumnya Reni bercerita akan mengikuti Festival 1001 Batik. Namun, dalam festival itu, butuh karya motif original. Jadi ketemulah dengan motif yang Mada buat tahun 2015.

“Sebenarnya kita ada empat motif. Diantaranya, Duren Belah, Daun Sirih, Bunga Matahari dan Kopi. Namun memang yang filosofinya kental itu Duren Belah,” jelasnya.

Motif Duren Terbuka/Duren Belah melambangkan awal Kota Lubuklinggau tadinya empat kecamatan, semakin majunya perkembangan di Kota Lubuklinggau lalu menjadi delapan kecamatan. Duren terbuka/Duren belah merupakan lambang keterbukaan masyarakat Kota Lubuklinggau dalam multi, agama, etnis dan kultur.

Sementara Motif Duri-Duri Duren merupakan 72 kelurahan yang tersebar di Kota Lubuklinggau yang merupakan salah satu ujung tombak pembangunan di wilayah-wilayah yang tersebar di Kota Lubuklinggau

Sementara Alur Putik Bunga Duren merupakan arus alur perlintasan yang melewati Kota Lubuklinggau-Jakarta-Jambi-Bengkulu-Palembang dan sekitarnya

“Dengan spirit filosofi dari makna motif Duren terbuka atau Duren belah ini, semoga Kota Lubuklinggau akan terus maju dan berkembang dalam pembangunan di segala bidang yang menyebar rata di setiap wilayah Kota Lubuklinggau,” jelas Mada.

Menurutnya, konsep gaun cantik klasik yang dibuat Reni, dikuatkan dengan orisinalitas handmade (buatan tangan,red) Batik Duren Belah jadi nilai tambah dalam festival ini.

“Karena kompetitornya itu banyak, ada 50 desainer. Ada dari Lampung dan Jakarta juga,” jelas bapak yang mulai belajar membatik di Yogyakarta 2014 lalu itu.

Mada juga tak menyangka, sehari kemudian ia bisa berjumpa dengan Direktur Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual RI, Adi Supanto di Hotel Dafam Lubuklinggau.

“Saya ketemu beliau, saya jelaskan tentang Batik Duren Linggau. Eh, beliau tanya sudah didaftarkan belum. Saya bilang belum, lalu saya serahkan motif aslinya. Beliau scan langsung proses HKI (Hak Kekayaan Intelektual). Saya sangat bersyukur, dan saat ini Batik Linggau khususnya motif Duren Belah sedang uji publik,” imbuhnya.

Bapak yang pernah mengenyam pendidikan di Pendidikan Sanggar Seni Babakan Siliwangi Bandung Tahun 1995-1997 itu ternyata juga pernah merasa cemas, dan khawatir Batik Duren Belah akan dicontoh orang lain, karena belum juga terdaftar di HAKI.

“Nah, karena Batik Linggau itu lahir murni karena dibuat di Kota Lubuklinggau, oleh orang Lubuklinggau saya sendiri, dan inspirasinya potensi Kota Lubuklinggau, maka dalam proses uji publik inipun saya tenang saja. Harapannya segera terwujud memiliki hak cipta,” jelasnya.

Jika itu telah terwujud, jelas Mada, ia berharap kebesaran hati pemerintah untuk karya lokal.

“Karena Batik Linggau bisa seperti sekarang ini juga berkat gagasan, ide dan dukungan dari Ketua Dekranasda Kota Lubuklinggau Tahun 2013-2018 Hj Yetti Oktarina Prana dan Pemkot Lubuklinggau. Saya berharap kelak, Batik Linggau diapresiasi bisa dalam bentuk dijadikan seragam ASN maupun anak sekolah,” harapnya.(*)

Rekomendasi Berita