oleh

Money Politic Berhadapan Dengan Polisi

SIAPAPUN yang nanti mencoba untuk melakukan money politic (Politik uang) dalam pelaksanaan Pilkada, akan berhadapan dengan aparat kepolisian.

Hal ini ditegaskan Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar usai menghadiri Debat Kandidat Calon Walikota dan Wakil Walikota Lubuklinggau Putaran 2, di Balai Embun Semibar, Sabtu (23/6).

Kapolres mengingatkan, tidak ada toleransi sedikitpun terhadap orang yang mencoba mengacaukan Pilkada. Saat ini, Polres Lubuklinggau sudah mempunyai teknologi dalam meminimalisir terjadinya pelanggaran Pilkada, cara kerjanya tidak bisa disampaikan ke awak media, yang jelas petugas intelijen sudah disebar di lapangan.

“Jangan coba main-main, kami mampu mendeteksi semua terhadap gerakan dari mereka yang coba-coba melakukan money politic,” kata Kapolres, Sabtu (23/6).

Maka, jangan coba-coba untuk melakukan money politic, kalau tidak mau berhadapan dengan aparat kepolisian.

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan pengawasan secara melekat terhadap logistik pemilu yang akan didistribusikan ke kecamatan-kecamatan yang ada di wilayah Kota Lubuklinggau.

“Teknis pengamanannya diserahkan sepenuhnya ke Kabag Ops,” jelasnya.

Sebelumnya, tiga pasangan calon Walikota-Wakil Walikota Lubuklinggau, H Toyeb Rakembang-Sofian, H SN Prana Putra Sohe-H Sulaiman Kohar dan H Rustan Effendi-Riezky Aprilia sudah berkomitmen untuk tidak melakukan money politic. (01)

Rekomendasi Berita