oleh

Momentum Hari Pahlawan, Kaum Milenial Jangan Jadi Penonton

LINGGAU POS ONLINE – Momentum Hari Pahlawan yang jatuh saban 10 November harus diisi dengan menelurkan berbagai terobosan dan inovasi. Ide-ide itu harus dilahirkan oleh anak-anak muda alias kaum milenial yang kekinian mengikuti perkembangan zaman.

Pengamat Pendidikan, Budi Trikorayanto mengatakan, sudah tidak lagi anak-anak kaum milenial Indonesia hanya sebagai penonton saja, namun juga melakukan sesuatu yang baru.

Dia mencontohkan, seperti Nadiem Makarim, yang kini menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dinilai sebagai sosok anak muda yang membawa pendobrak dalam pembangunan bangsa, yakni menciptakan lapangan pekerjaan sehingga menopang perekonomian masyarakat.

“Jadi anak-anak muda Indonesia hendaknya bukan membebek atau kopi paste belaka tetapi mampu memikirkan dan melahirkan inovasi yang original,” ujar Budi kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Minggu (10/11).

Terpisah, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro saat menjadi pembina upacara Peringatan Hari Pahlawan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Jawa Timur mengimbau kepada anak-anak muda bangsa agar terus mengat menelurkan inovasi agar menjadi pahawan bangsa saat ini.

“Semangat Hari Pahlawan harus diisi dengan semangat berinovasi oleh anak-anak bangsa,” ujar Bambang.

Dia menuturkan, untuk menjadi pahlawan bangsa bisa dalam bentuk apa saja, namun tentu tidak mengabaikan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yakni seperti tidak menciptkan provokasi, menyebarkan hoaks maupun tindakan anarkistis.

Karenanya, Bambang mengajak bagi anak bangsa untuk menjadi pahlawan dengan menorehkan berbagai prestasi, memberikan kemaslahatan untuk orang banyak, serta membawa harum nama bangsa hingga manca negara.

“Hal tersebut berbeda dengan semangat pahlawan dulu yang dilakukan dengan pengorbanan tenaga, harta benda bahkan nyawa,” kata Bambang.

Bambang mengingatkan, generasi anak-anak muda zaman sekarang jangan sampai lupa dan lalai tidak melakukan apapun dalam mengisi kemerdekaan. Sebab para pahlawan telah mengorbankan nyawanya demi kemerdekaan RI.

“Peristiwa perang di masa lalu mengingatkan bahwa kemerdekaan yang kita rasakan kini tidak datang begitu saja namun memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa dari para pendahulu negeri,” pungkas Bambang.(*)

Sumber: Fajar Indonesia Network (FIN)

Rekomendasi Berita