oleh

Molor Pengerjaan, Pemenang Proyek di-Blacklist

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Akibat tidak melaksanakan proyek Masjid Agung Mura Darussalam sesuai dengan waktu yang ditentukan, maka PT Adi Pratama Jaya harus diputus kontrak.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Cipta Karya, Tata Ruang dan Pengairan, Ristanto Wahyudi menegaskan saat ini pelaksanaan pengerjaan Masjid Agung Mura Darussalam disetop.

“Jadi kontraknya sudah habis pada 22 Desember 2017, sedangkan pelaksanaan pekerjaan masjid tersebut belum selesai. Maka sesuai dengan aturan, dilakukan pemutusan kontrak,” kata Ristanto kepada Linggau Pos, Senin (1/1).

Ristanto mengatakan, sampai sekarang proses pengerjaan baru 67 %. Di mana sesuai dengan janji seharusnya masjid agung tersebut rampung sebelum akhir Desember.

Namun, hingga waktu yang ditetapkan habis. Proyek tersebut belum juga diselesaikan oleh pihak yang bertanggung jawab. Sehingga, harus dilakukan pemutusan kontrak. Dan harus di-blacklist.

“Kita putus kontraknya, karena tidak sesuai dengan yang ditetapkan itu melanggar, dalam waktu dekat akan kita lelang ulang. Siapa pemenang tender itulah yang melanjutkannya,” akunya.

Kemudian, lanjut Ristanto, proyek pengerjaan masjid agung akan dilaksanakan kembali pada Februari.

“Insya Allah Februari sudah bisa dilanjutkan lagi, “tutupnya. (12)

Komentar

Rekomendasi Berita