oleh

Modal Rp 25 Ribu, Agar Melek Komputer

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Melek Informasi dan Teknologi (IT) menjadi salah satu cita-cita bagi putra putri Karang Dapo. Hal itulah yang membuat mereka antusias datang belajar broadcasting ke Silampari Televisi (SilTV) Rabu (22/11).

Menurut Owner Alecia Kursus Laptop, Pepi Ariayanto, ketika dibincangi di Lantai 3 Meeting Room Graha Pena, program mengajak mengunjungi SilTV ini untuk membuka wawasan siswa-siswi tentang perkembangan IT.

“Sebab, sudah tiga bulan ini 250 anak-anak Muratara belajar di Alecia. Mereka berlatih menggunakan laptop. Dan sebagian besar dari mereka memang mendapat dukungan orang tua untuk mahir berkomputer,” jelas Pepi.

Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sriwijaya (Unsri) 2006 itu tak memungut biaya mahal untuk mendidik anak-anak ini.

“Cukup Rp 25 ribu per bulan. Mereka ada modul belajar tapi ini hanya dipinjamkan, lalu setiap masuk kursus mereka langsung dikasih air mineral gratis. Motivasi saya membuka kursus ini, tujuan utamanya agar anak-anak Karang Dapo disibukkan dengan aktivitas belajar. Sehingga tidak berpeluang lagi untuk santai-santai. Sebab, banyak peredaran narkoba di sini. Bahaya kalau sampai generasi bangsa ini terjebak ke situ,” jelas Pepi lagi.

Ada 10 laptop, wifi dan printer yang digunakan anak-anak untuk kursus. Setidaknya fasilitas ini bisa jadi wadah praktik nyata bagi anak-anak tentang mengoperasikan komputer.

“Selama ini, mereka memang ada mata pelajaran komputer yanga dikemas dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Namun kebanyakan teori saja. Kalau praktiknya sering terkendala karena tak tercukupinya jumlah komputer. Kalau pun di sekolah ada komputer, tapi terkadang tak bias dioperasikan,” imbuhnya.

Bapak yang juga Ketua Komite SMAN Karang Dapo ini berharap proses belajar mengoperasikan laptop ini bisa menjadi salah seorang siswi yang kursus di Alecia, yaitu Rani Saputri mengaku mengikuti kursus ini atas dorongan dari sang ibu. Dalam enam bulan ke depan, siswi kelas IX SMPN Karang Dapo itu berharap sudah mahir mengoperasikan komputer.

Gadis yang ingin menjadi pegawai bank itu berharap, dengan belajar komputer sejak kini, bisa membantunya mewujudkan cita-cita.

Hal senada disampaikan Destri Putri Natalia. Selama kursus, ia mengaku amat menyukai proses belajar yang disampaikan Pepi. Ia juga bisa lebih mudah dalam mencari referensi yang diminta guru dari tempat kursus.

“Kan di Alicia ada wifi-nya. Selama itu untuk belajar, kak Pepi mengizinkan kami. Jadi dapat banyak ilmu dari sana,” jelasnya.

Dalam sepekan, Destri belajar dalam dua kali pertemuan. Yakni pada hari Rabu dan Minggu. Dalam setiap pertemuan dibuat 120 menit mulai pukul 15.00-17.00 WIB.

Peserta didik lainnya, Nofadli berkeyakinan dengan sertifikat dari kursus yang diikutinya bisa jadi modal untuk kerja kantoran.

“Saya baru bisa Microsoft Word. Dan sedang diajari Microsoft Excel,” jelasnya lagi.

Pada momen yang sama Direktur PT Wahana Semesta Linggau, Solihin mengapresiasi kedatangan peserta didik dari SMP dan SMAN Karang Dapo itu. Ia mengaku bangga melihat peserta didik yang begitu bersemangat untuk belajar ke SilTV.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Prof. Hazairin ini berharap, dengan kegiatan-kegiatan yang positif ini bisa membangun semangat putra Muratara untuk jadi generasi yang berkualitas. Dan jangan sesekali berani mendekati narkoba.

Solihin tampak bahagia usai menerima cinderamata berupa tudung dari para siswa tadi. Tudung itu kata Solihin, memiliki makna yakni sebagai perlindungan untuk bapak yang juga tengah menjabat sebagai Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Provinsi Sumsel ini. (05)

Komentar

Rekomendasi Berita