oleh

Miris, Mau Melapor Tidak Ada Pegawai

Kantor P2TP2A Sepi Disoalkan Warga

LINGGAU POS ONLINE, BANDUNG KIRI – Kantor Pusat Pelayanan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Lubuklinggau yang beralamat di Jalan Garuda Kelurahan Bandung Kiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, disoalkan warga. Pasalnya, hampir setiap hari sepi dari aktivitas.

Padahal, menurut warga tujuan dibentuknya P2TP2A, untuk memfasilitasi kebutuhan perempuan dan anak korban kekerasan, dalam memenuhi hak korban. Yaitu hak atas kebenaran, hak atas perlindungan, hak atas keadilan dan hak atas pemulihan atau pemberdayaan.

Kondisi ini sudah lama dikeluhkan. Salah satunya, Rd (31) yang mengatakan kondisi kantor tersebut hanya terlihat plang nama saja, sementara pintu terus tertutup oleh terali besi.

“Tidak ada aktivitas apa-apa di kantor tersebut, entah ke mana perginya pegawai kantor itu. Cuma ada satu orang penjaga saja yang ada,” ungkapnya kemarin (8/12).

Padahal kemarin, ia sengaja datang bersama kedua temannya pukul 08.30 WIB, untuk melaporkan mengenai masalah kekerasan pada anak ke kantor P2TP2A.

“Saya datang untuk mengantar keponakan untuk melaporkan kejadian yang dialaminya, tetapi saat tiba di kantor tersebut ternyata tidak ada orang. Padahal, ini pusat pelayanan. Tetapi saat masyarakat mau melapor, malah tidak ada orangnya,” ungkapnya, dengan nada kesal.

Untuk itu ia berharap, agar kedepan kantor P2TP2A selayaknya bisa seperti pusat pelayanan.

“Kasihan warga seperti kami, yang ingin mendapatkan pelayanan. Harus tertunda, lantaran tidak ada pegawai yang melayani. Bagaimana mau memberikan pelayanan yang terbaik kalau seperti ini,” tegasnya.

Sementara itu Pengurus P2TP2A, Sahida saat dikonfirmasi membenarkan, kalau kantor tersebut sepi lantaran pegawainya sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.

“Pegawai di sana sibuk masing-masing, karena kami bekerja di kantor lain juga. Biasanya, jika ada yang melapor ke kantor, pihak penjaga akan menelepon dan kami akan langsung ke sana,” jelasnya singkat. (CW01).

Komentar

Rekomendasi Berita