oleh

Minta Walikota Bantu Setop Pembangunan

Dugaan Penyerobotan Lahan Baitul A’la

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Pembangunan pagar pembatas di kompleks SD Islam Baitul Ala terus dilakukan oleh pihak Dedi yang mengklaim pemilik lahan. Hal itu menyebabkan suasana belajar peserta didik terganggu. Ketika orang tua dan para pendidik berusaha mencegah proses pembangunan, preman-preman diduga mulai dikerahkan untuk menjaga.

Hal ini disampaikan Ketua STAI Bumi Silampari, Ngimadudin kepada Linggau Pos, Kamis (20/9). Ia berharap, jika benar tanah tersebut milik Dedi, sesegera mungkin menunjukkan sertifikat kepemilikan tanah yang dimiliki Dedi.

“Kami masih menunggu kejelasannya, kalau pihak Dedi mengklaim punya. Karena sekarang ini yang terpenting, bagaimana proses belajar mengajar tenang, murid tidak terganggu, nggak ada preman di situ. Kami sudah minta ke Komisi I Bidang Pendidikan DPRD Kota Lubuklinggau untuk mencegah dulu adanya pembangunan-pembangunan itu. Tapi tidak ada gertaknya,” terang dia, kemarin.

Oleh karenanya, Ngimadudin meyakini, Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe pasti punya solusi terkait masalah ini.

“Tolonglah kami berharap pak Walikota bisa membantu kami agar jangan ada pembangunan-pembangunan dulu. Sebelum status tanah itu jelas, sebenarnya punya siapa. Karena awalnya, hanya akan dibangun pembatas. Ini sudah dibagun pagar tinggi begitu. Dan kami tidak tahu ke depannya bakal jadi apa,” tegas Ngimadudin. Ia berharap, Walikota Lubuklinggau bisa menengahi masalah ini.

Sebelumnya, telah terjadi penolakan dari ratusan murid SD Islam Baitul Ala agar sekolah mereka tidak digusur. (lik)

Rekomendasi Berita