oleh

Minat Beli Motor Second Turun

LINGGAU POS ONLINE, TANAH PERIUK – Daya beli masyarakat terhadap motor second cenderung menurun. Jika dibandingkan lima tahun terakhir, penurunan omzet penjualan motor second menyentuh angka 85 %.

“Tahun 2014-2015 kami bisa jual 30 unit motor second per hari. Sekarang paling hanya empat motor per bulan. Penurunan angka penjualan ini, tidak terlepas dari lemahnya harga karet, kopi, dan sawit. Dan kondisinya merata, baik di Kabupaten Musi Rawas, Muratara, Rejang Lebong, maupun Kota Lubuklinggau. Dampaknya sangat besar ke kami,” jelas Karyawan Showroom Parahiayangan Motor, Zainal saat dibincangi Linggau Pos di showroom Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Tanah Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Senin (23/4).

Meski begitu, Zainal meyakini situasi ini akan berangsur membaik. Sehingga ia berharap juga berdampak untuk mendongkrak penjualan sepeda motor seconde di tempatnya bekerja.

“Ya, sekalipun penjualan agak menurun, tapi layanan di Showroom Parahiayangan Motor tetap maksimal. System jual kami layani dengan cash maupun kredit. Kami juga menerima penggadaian BPKB yang kerja sama dengan Bank Sinar Mas. Motor yang kami jual produksi Jepang, baik motor bebek, sport, jenis metik, dan manual. Ada yang keluaran tahun 2006 sampai motor keluaran tahun sekarang yang bernopol wilayah Provinsi Sumsel,” jelasnya.

Untuk harga motor, dalam pembelian cash mulai Rp 5 juta – Rp 16 juta per unit. Tergantung jenis motor dan tahun keluaran motor tersebut.(AE03)

Rekomendasi Berita