oleh

Miliki 21 Paket Sabu Divonis 6 tahun

LINGGAU POS ONLINE – Asril (33) warga Jalan Patimura RT.1 Kelurahan Muara Enim Kecamatan Lubuklinggau Barat II divonis enam tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Rabu (3/7) sekitar pukul 12.00 WIB.

Sidang yang digelar di Ruang Sidang Cakra dipimpin Majelis Hakim Andi Barkan Mardianto SH didamping Anggota Hakim Siti Yuristya Akuan SH dan Ferdinaldo H Bonodikun SH dengan Panitera Pengganti (PP) Rahmat Wahyudi.

Majelis Hakim menyatakan bahwa terdakwa telah terbukti melanggar Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang (UU) No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan denda Rp800 juta, subsider empat bulan.

Adapun hal yang memberatkan, menurut Majelis Hakim, terpidana Asril dapat meresahkan masyarakat. Sedangkan hal-hal yang meringankan, selama menjalani persidangan terpidana bersikap sopan dan belum pernah tercatat dalam hukum.

Sebelumnya dalam agenda persidangan tuntutan pada, Rabu (26/6) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ayu Soraya SH, menuntut terpidana dengan hukuman delapan tahun penjara dengan denda Rp800 juta dengan subsider enam bulan, berbeda dengan putusan Majelis Hakim yang di berikan kepada terpidana.

Terungkap dalam sidang dakwaan, kronologis bermula pihak petugas Sat Res Narkoba Polres Lubuklinggau mendapati laporan dari masyarakat adanya salah satu warga di Kelurahan Muara Enim memiliki narkotika jenis sabu.

Mendengar informasi tersebut, petugas langsung menuju ke lokasi dan sesampainya, terlihat oleh petugas yang saat itu terpidana Asril sedang berjalan di Jalan Patimura. Kemudian petugas pun langsung melakukan penangkapan dan pengamanan terhadap terpidana Asril.

Saat dilakukan penggeledahan, ditemukannya 21 paket narkotika golongan I jenis sabu beserta dengan sebuah sekop yang terbuat dari pipet bening yang di simpan di dalam dompet terpidana, serta sebilah pisau yang bergagang coklat di saku kanan terpidana.
Kemudian, setelah itu, terpidana langsung diamankan dab di bawa ke Polres Lubuklinggau, dan sekarang terpidana yanh sudah menjalani perisdangan harus menjalani kesehariannya di balik jeruji besi untuk menebus kesalahannya. (yan)

Rekomendasi Berita