oleh

Meskipun Pandemi, Produksi Cincau Meningkat

LINGGAUPOS.CO.ID – Kendati di tengah pandemi, tingginya permintaan cincau saat Ramadan membuat sejumlah pengusaha cincau kebanjiran order. Seperti dialami pengusaha cincau, Hendri Suyono, yang menggunakan brand N1 di Kelurahan Lubuk Tanjung Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

“Jika dihari biasa hanya mampu memproduksi 100 baskom perhari namun saat bulan puasa seperti sekarang ini meningkat  drastis hingga 1.000 baskom,” jelasnya, Kamis (15/4/2021).

Untuk harga yang ditawarkan sangat terjangkau yakni per baskom cincau hanya Rp 14 ribu dan untuk ukuran per kaleng biskuit besar seharga Rp50 ribu. Dan untuk pemasaran sendiri untuk wilayah Kota Lubuklinggau dan sekitarnya, Curup, Muara Bungo Jambi, dan Kephiang.

Sedangkan untuk proses pembuatan cincau hitam dibutuhkan waktu lebih kurang 3 hingga 5 jam. Hasil produksi cincaunya mampu bersaing dengan produksi yang berasal dari pabrik, apalagi industri rumahan ini sudah turun temurun yang dilakukan oleh keluarganya.

“Produksi ini sudah dilakukan sejak 2014 lalu, yang dikelola sendiri hasil warisan dari orang tua, dan untuk pengelolaan cincau masih secara manual. mulai dari perendaman daun cincau, di rebus hingga di saring untuk selanjutnya di masukan ke dalam loyang atau baskom,” pungkasnya. (*)

Rekomendasi Berita