oleh

Meski Keadaan Krisis, Pedagang Kerupuk Tetap Eksis

LINGGAUPOS.CO.ID –  Kabupaten Empat Lawang memiliki banyak pengusaha-pengusaha rumahan yang belum tersorot atau terpublikasikan.

Salah satunya usaha yang dikembangkan oleh Suherman (30), usaha rumahan pembuatan kerupuk, usaha yang dijalaninya sudah hampir 6 tahun, dimana mulai pembuatan usaha kerupuk Suherman hanya bermodalkan dana sejumlah Rp3 juta.

Kerupuk Suherman yang diberi nama kerupuk Aak Herman kini sudah tersebar, Suherman juga sudah mempunyai langganan kerupuk sendiri, kerupuk di jual kepada tukang bakso dan juga dijual sendiri oleh Suherman dengan berkeliling dari Kampung Sungai Berau sampai ke Pasar Tebing Tinggi.

“Ya kalau usaha kerupuk saya ini masih kecil, masih dikerjakan sendiri, usaha kerupuk ini sudah hampir 6 tahun berjalan, kalau awal kemaren modalnya ya sekitar Rp3 juta,” ungkap Suherman, Senin (25/1/2021).

Di musim hujan produksi pembuatan kerupuk agak dikurangi, karena proses pembuatan kerupuk juga tergantung dengan keadaan, jika sedang panas maka kerupuk yang kering dijemur juga banyak, dan jika kerupuk yang kering sedikit maka produksi juga ikut sedikit.

“Untuk musim hujan kayak gini kita agak mengurangi produksi, karena kerupuk kan dijemur agar kering, kalau hujan biasa sulit kering, makanya kita kurangi produksi takut bertumpuk,” ujarnya.

Kerupuk Suherman dijual dari harga Rp5 ribu sampai dengan Rp10 ribu, pendapatan yang di dapat masih belum menentu, produksi pembuatan kerupuk biasa dilakukan dari pukul  08:00 WIB  sampai pukul 17:00 WIB.

“Di keadaan yang sulit sekarang, tentu banyak usaha-usaha kecil seperti kami mengalami kerugian bahkan gulung tikar, namun walaupun demikian, saya tidak pernah mengurangi jumlah kerupuk di setiap kantong, namun untuk bertahan, saya harus lebih giat dalam proses penjualan,” katanya.

“Kerupuk untuk oleh-oleh itu seharga Rp5 ribu, nah kalau yang di tukang bakso itu seharga Rp10 ribu,” tambahnya.

Suherman selaku pemilik usaha kerupuk Aak Herman berharap untuk kedepannya usaha yang dilakoninya tetap jaya, meski sedang dalam keadaan yang tidak stabil seperti sekarang.

“Kedepannya pengen ada karyawan sendiri, usaha lebih maju, dan saya yakin badai pasti berlalu, dan berharap semoga perekonomian khususnya di kabupaten Empat Lawang membaik. ” harapnya. (*)

Rekomendasi Berita