oleh

Meski Dilarang Masyarakat Tetap Mengambil IkanMeski Dilarang Masyarakat Tetap Mengambil Ikan

LINGGAU POS ONLINE, LAHAT – Desa Muara Cawang kecamatan Pseksu, masih memiliki tradisi adat yang masih sangat terjaga di tengah derasnya arus globalisasi sekarang ini. Salah satunya adalah tradisi Bekarang.

Uniknya, proses Bekarang kali ini dilakukan di Lubuk Larangan (Sebuah tempat yang dikhususkan tidak boleh dilakukan aktivitas pengambilan ikan dengan cara apapun).

Pelarangan mengambil ikan di Lubuk Larangan ini bersifat mengikat. Pengambilan ikan atau Bekarang hanya boleh dilakukan jika ada acara kampung, atau acara nikahan, sunatan, dan kematian.

“Bekarang ini tradisi dari nenek moyang, yang masih kita jaga sampai sekarang,” ujar Rafison Kepala Desa Muara Cawang, Sabtu (3/1)

Rafison juga menambahkan, hasil dari Bekarang ini akan di lelang untuk keperluan inventaris desa, atau masuk ke dana kas desa.

“Ditahun 2016, kita pernah mendapatkan hasil lelang sebesar 10 juta, kita gunakan uang itu untuk membeli kursi, dan keperluan desa lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat, Desa Muara Cawang, Syairi mengatakan, Lubuk Larangan ini juga berfungi untuk melestarikan ekosistem sungai, sehingga sungai ini tetap terjaga dengan baik.

“Perdes tahun 92 Desa Muara Cawang telah mengatur tentang larangan mengambil ikan di Lubuk Larangan, kecuali dengan kesepakatan bersama, ada hajatan, dan tamu penting dari luar daerah baru boleh dilakukan pengambilan ikan di Lubuk Larangan ini,” jelasnya.

Mantan kepala Desa Muara Cawang ini juga menegaskan, agar masyarakat dapat mematuhi tradisi yang sudah mulai jarang ada di masyarakat ini.

“Tahun kemarin ada empat orang yang melanggar, dan kita denda sebesar Rp 2.500.000 (dua juta lima ratus ribu) per orang, di samping juga disuruh meminta maaf kepada semua masyarakat desa,” ungkapnya. (02)

Komentar

Rekomendasi Berita