oleh

Merokok Terancam Denda Rp 50 Juta

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Penerapan Peraturan Daerah (Perda) No. 1 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Lubuklinggau belum optimal. Aktivitas merokok di ruang publik, seperti rumah sakit dan sekolah masih kerap dijumpai.

Padahal, Perda dibuat sebagai langkah untuk melindungi masyarakat dari ancaman gangguan kesehatan akibat lingkungan yang tercemar asap rokok.

Hal ini dibenarkan anggota DPRD Komisi II DPRD Kota Lubuklinggau, M Efmi Pandai.

“Ini tidak main-main. Dalam Perda inisiatif DPRD tersebut diatur mengenai sanksi. Baik sanksi untuk individu, maupun untuk lembaga. Untuk individu diatur, ketika seseorang merokok di KTR baik rumah sakit maupun sekolah, dikenakan pidana kurungan paling lama enam bulan atau denda Rp 50 juta,” tegasnya.

Sementara, ia melanjutkan, ketika suatu instansi atau lembaga tidak menyediakan tempat khusus merokok, atau ada pembiaran masyarakat merokok di KTR maka dikenakan denda administratif. Mulai dari teguran pertama, kedua dan ketiga serta terakhir pencabutan izin.

M Efmi menganalisa, terdapat beberapa faktor yang menjadi kendala belum optimalnya penerapan Perda KTR.

“Salah satunya Perda tersebut belum ditindaklanjuti dengan Peraturan Walikota (Perwal). Kemudian, belum gencar disosialisasikan. Harusnya memang Perda ini disosialisasikan dan dilaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) mengenai KTR,” sarannya.

Untuk itu, pihaknya pun mendesak agar pemerintah segera menindaklanjuti Perda ini.

“Agar bisa diterapkan dengan maksimal, sesuai dengan tujuan dibuatkannya Perda KTR,” tegasnya.

Salah satu lokasi KTR yang disoroti oleh publik, masih adanya guru maupun tamu yang merokok di sekolah.

Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe meminta kepada pihak sekolah untuk memperbanyak spanduk larangan merokok di sekolah.

“Ini penting. Supaya tamu juga tahu, dan ketika masuk di lingkungan bebas dari rokok, ya ditahan dulu niatannya untuk merokok. Kalau sudah keluar dari lingkungan sekolah ya silakan. Tapi jangan merokok di dalam lingkungan sekolah. Sekalipun di ruang guru maupun di halaman,” pintanya.

Senada dengan itu, Ketua Persatuan Guru Indonesia (PGRI) Kota Lubuklinggau, Erwin Susanto mengatakan kalau saat ini penerapan Perda KTR sudah cukup efektif, apalagi di ruang belajar mengajar.

“Alhamdulillah, sudah tidak ada lagi guru yang mengajar sambil merokok sejak adanya Perda KTR,”kata Erwin Susanto, kemarin.

Kepala SMAN 4 Lubuklinggau itu meyakinkan, kondisi di sekolah saat ini sudah jauh berbeda bila dibandingkan sebelum adanya Perda KTR maupun Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan mengenai larangan merokok saat dilakukannya proses belajar mengajar.

“Guru memang wajib tidak merokok di sembarang tempat, karena akan berpengaruh dengan anak didiknya. Misalnya, ketika guru melarang anak didiknya merokok, tapi ia malah merokok di hadapan anak didiknya, otomatis omongannya tidak akan didengar,” jelasnya.

Meskipun demikian, dilanjutkan Erwin Susanto, kebiasaan merokok para guru memang agak sulit dihentikan.

“Ya kalau guru mau merokok di rumah silakan. Kami juga mengingatkan, jangan lagi ada yang merokok di dalam lingkungan sekolah. Apalagi di hadapan peserta didik,” tegasnya.

Penting untuk diketahui, rokok merupakan produk berbahaya dan adiktif (menimbulkan ketergantungan). Di dalam rokok terdapat 4.000 bahan kimia berbahaya yang 69 diantaranya merupakan zat karsinogenik yang dapat menimbulkan kanker. Zat-zat bahaya yang terkandung di dalam rokok diantaranya Tar, Karbon Monoksida, Sianida, Arsen, Formalin dan lain-lain.

Dr Mast Idris Ustman E, yang juga Ketua Harian Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kota Lubuklinggau menerangkan, rokok akan menurunkan fungsi otak, jika fungsi otak menurun akan mempengaruhi kecerdasan anak sehingga dapat menghambat prestasi anak di sekolah. Belum lagi dampak buruk yang menyebabkan penyakit kanker, Serangan Jantung, Paru-paru, impotensi, gangguan kehamilan dan janin dan masih banyak lagi penyakit berat lainnya.

“Jika seseorang merokok, maupun terpapar rokok, asap rokok akan menempel di baju yang kamu pakai. Bau asap rokok yang menempel di bajumu akan bertahan selama 3 jam, dan selama itu akan meracuni orang di sekitar si perokok. Iya memang banyak perokok tidak merokok di depan putra-putri mereka. Tapi setelah merokok asap itu masih menempel di baju si perokok dan ketika dia bermain dengan anak-anaknya, misal memeluk anak, bercanda dengan anak, tahukah bahwa saat itu juga di perokok sedang meracuni anak dengan asap rokokmu. Mereka akan menghirup sisa-sisa asap rokok yang ada di baju si perokok. Itu amat bahaya!” tegasnya. (09/11/05)

Komentar

Rekomendasi Berita