oleh

Merek Pertama Linggau Pos Pakai Kardus AC

Oleh: Solihin

Setelah seluruh perizinan dibuat, saya juga tidak berharap atau meminta untuk mendapat posisi atau mengisi struktur organisasi pada perusahaan penerbit Harian Pagi Linggau Pos. Karena saya belum tahu bagaimana struktur organisasi perusahaan penerbit. Bagi saya Linggau Pos bisa terbit, senangnya luar biasa.

Dan saya tidak kecewa kalau saya tidak ditugaskan di Linggau Pos, masalahnya saya wartawan Sumatera Ekspres dan karyawan tetap PT Citra Bumi Sumatera (CBS) penerbit Harian Pagi Sumatera Ekspres. Saya hanya senang dan bangga dipercaya Bos Parno mengurus segala persia￾pan pendirian Linggau Pos.

Saya lupa harinya, tapi waktunya sekira pukul 14.00 WIB. Bos Parno, menelepon saya dari Jambi. “Dek Solikin, Pimpinan Umum (PU) dan Pemimpin Redaksi (Pemred) Koran di Linggau nanti Dek Wargo Putranto dari Jambi,” tutur Bos Parno. Langsung saya jawab, “Ya Pak.”

Lalu Bos Parno melanjutkan pembicaraannya, “Kamu (saya maksud Bos Parno) Pemimpin Perusahaan (PP).” Saya jawab “Siap Pak.” Lalu Bos Parno mengakhiri pembicaraannya dengan kalimat, “Sudah ya Dek, besok saya ke
Lubuklinggau.”

Setiap Bos Parno menelepon saya, singkat. Yang disampaikannya yang penting-penting saja, tapi jelas.

Mendapat amanah ini, ada rasa senang, tapi juga ada rasa takut. Jujur saya belum ada pengalaman. Apalagi ilmu pengetahuan tentang tata cara mengelola perusahaan, dan menurut saya tugas dan tanggung jawab ini berat.

Karena ini keputusan dan perintah
pimpinan maka saya harus siap. Pak Wargo ditunjuk Bos Parno sebagai PU dan Pemred, Bos Parno sangat tepat. Karena dia sangat berpengalaman bidang jurnalistik terutama keredaksian, dibanding￾kan dengan saya.

Di Jambi Independen Pak Wargo sudah
menjabat penanggung jawab halaman (Penjab) dan sudah mengikuti pendidikan dan magang di Jawa Pos, Surabaya.

Sementara untuk Pracetak Bos Parno menugaskan Iskandar dan Keuangan Hasan, keduanya juga dari Jambi Independen. Kemudian untuk staf administrasi iklan merangkap kasir Rusmila, sementara staf administrasi
pemasaran Yuni.

Setelah semuanya siap, yang belum ada papan merek kantor Linggau Pos belum ada (dibuat). Sementara dua hari lagi (Sabtu, 10 Februari 2001), yakni Senin, 12 Februari 2001 Linggau Pos terbit perdana.

Kalau mau membuat papan merek diprediksi memakan waktu paling tidak 3 hari. Belum lagi untuk pemasangannya dengan tiang besi dan harus dicor dengan semen.

Bos Parno memang hebat, dia tidak serta merta kebingungan dan kehilangan akal. Dia langsung memutuskan, “Sudah Dek, kita buat papan merek Linggau Pos dari kardus Air Conditioner (AC).”

Lalu saya mengambil kardus AC di ruang belakang lantai 2 kantor, yang bersebelahan dengan ruang Pracetak. Lalu kardus itu kami potong dengan pisau carter, tinggi kira-kira 40 centimeter dan panjang 90 centimeter.

Dan merek Linggau Pos ini dibuat langsung oleh Bos Parno dengan huruf balok, menggunakan spidol Snowman permanen warna hitam.

Lebih kurang 30 menit papan merek itu
selesai, langsung saya pasang dengan dipaku bagian rangka pintu yang terbuat dari kayu di bagian depan lantai 2. Dan merek yang ditulis di kardus AC ini bertahan lebih kurang satu setengah tahun.

Setelah segala persiapan selesai, Bos Parno kembali ke hotel untuk istirahat dan keesokan harinya, yakni pagi sekitar pukul 09.00 WIB berangkat ke Bengkulu, guna melihat persiapan di percetakan Bengkulu, karena Linggau Pos akan dicetak di percetakan Rakyat Bengkulu. (bersambung)

Rekomendasi Berita